UPDATE

Salam.life
NASIONAL
NASIONAL

Mahfud MD Sebut Tak Masuk Akal Uang Ratusan Miliar dan 74 kg Emas di Rumah Febrie untuk Yayasan

 

Dari restoran ini, polisi menemukan uang tunai dalam rupiah, dollar Amerika Serikat, dan Singapura senilai Rp 60 miliar.

Uang tersebut tersembunyi di dalam brankas yang tertanam di dinding lantai dua restoran.

Aksi Kaninus 16

5. Pengacara: Uang pengusaha untuk bangun pelabuhan

Dalam konferensi pers di Kejagung tadi malam, Handika berbicara lagi soal uang di kafe de’Clan.

Dia berujar soal sumber uang itu dan peruntukannya untuk membangun pelabuhan.

“Itu bersumber dari kerja sama dengan seorang pengusaha. Tapi mohon maaf, hari ini pun kami belum berani menyebut namanya. Untuk apa? Untuk membangun pelabuhan di Kalimantan Timur,” ujar Handika.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan emas yang ditemukan di rumah Sentul itu seberat 74 kilogram.

Uang dalam pelbagai mata uang yang ditemukan di rumah itu setara Rp 476 miliar.

Emas batangan dan uang itu disimpan dalam koper-koper di brankas dalam rumah Sentul, rumah yang sempat diakui Febrie sebagai rumah pribadinya sejak lama.

Namun soal renovasi rumah sedemikian rupa sehingga bisa dipakai untuk menyimpan uang, Hotman menyatakan itu di luar pengetahuan Febrie.

Handika Honggowongso selaku pengacara Don Ritto mengatakan kliennya menyimpan harta dalam bentuk emas dan mata uang asing, namun tidak menjelaskan lebih lanjut.

“Kenapa disimpan dalam bentuk emas? Kenapa disimpan dalam bentuk dolar Singapura? Kenapa disimpan dalam bentuk dolar Amerika? Pada saatnya kami akan jelaskan setelah pihak yang berkontribusi itu diperiksa oleh penyidik Jampidsus, disertai dengan semua bukti-bukti yang kuat,” kata Handika di Kejagung, tadi malam.

Don Ritto sempat mengelola restoran de’Clan di Cipete, Jakarta Selatan, yang digeledah polisi pada Rabu (8/7/2026).

Handika bilang, restoran itu sebelumnya dikelola Idon bersama Febrie.

Namun kemudian restoran bangkrut, Febrie pun mundur.

Idon lalu mengambil alih sepenuhnya pengelolaan restoran dan mengganti namanya dengan “de’Clan Cafe & Restaurant” sampai sekarang.

“Iya, (pernah) waktu kerja sama lalu bangkrut, diserahkan ke Pak Idon (Don Ritto) semua, diganti namanya jadi de’Clan dan berkembang,” kata Handika saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (16/7/2026).

Dari restoran ini, polisi menemukan uang tunai dalam rupiah, dollar Amerika Serikat, dan Singapura senilai Rp 60 miliar.

Uang tersebut tersembunyi di dalam brankas yang tertanam di dinding lantai dua restoran.

Dalam konferensi pers di Kejagung, Handika berbicara lagi soal uang di kafe de’Clan.

Dia berujar soal sumber uang itu dan peruntukannya untuk membangun pelabuhan.

image_print
1 2 3 4 5
Stories

Bagaimana reaksi Kamu?

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.