Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa musim kemarau tidak hanya memicu kekeringan, tetapi juga meningkatkan risiko kerusakan lingkungan, gangguan aktivitas masyarakat, hingga kerugian sosial dan ekonomi.
Karena itu, Muharram mengajak seluruh perangkat daerah, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah gampong, dunia usaha, relawan, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Ia meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, memperkuat patroli di wilayah rawan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sejak dini.
Bupati juga menginstruksikan para camat, keuchik, dan aparatur gampong untuk terus memantau kondisi wilayah masing-masing serta mengedukasi masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana dan menjaga sumber-sumber air yang masih tersedia.
“Keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat. Semangat gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan menjadi modal utama dalam menghadapi setiap ancaman bencana,” pungkasnya.[]




















































































Beri Komentar