UPDATE

NASIONAL

Identitas 2 Orang Ditangkap Terkait Challenge Hafalan Surat Ad Dhuha Berhadiah Miras

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pademangan Slamet Sugoro, menilai tindakan tersebut dapat dikelompokkan sebagai penistaan agama.

“Berkaitan dengan kalau bahasanya bisa dikelompokkan ya, penistaan agama lah. Kenapa demikian? Karena tersinggung umat Islam pada saat dalam konser musik itu,” ujar Slamet kepada Kompas.com di Mapolsek Pademangan, Selasa.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Lima Orang Dilaporkan

Buntut video tersebut, Ega, pihak merek Newport, dan penyelenggara The Sounds Project dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Sedikitnya lima orang dilaporkan dalam perkara tersebut.

Laporan itu dibuat oleh advokat dari Tim Hukum Muslim, Muhammad Rizky. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/5914/VIII/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA pada 11 Agustus 2026.

“Kami membuat LP (Laporan Polisi) terkait dugaan tindak pidana penistaan agama yang ada di acara festival musik kemarin ya,“ kata Muhammad saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa.

Muhammad mengatakan, laporan tersebut dibuat karena dirinya merasa tersinggung dan sakit hati sebagai seseorang beragama Islam.

“Alasannya saya secara pribadi sebagai seorang muslim tersinggung, bahkan sakit hati ya. Dan sekaligus kami juga dari Advokat Muslim merasa bertanggung jawab untuk proses hukum mereka dikarenakan ini menjadi ladang jihad kami juga dalam profesi hukum ini,” jelas Muhammad.

Dia berharap laporan tersebut juga dapat ditindaklanjuti dengan pembatasan peredaran minuman keras di Indonesia.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pihaknya telah lebih dulu memanggil pembawa acara dan penyelenggara The Sounds Project untuk mengklarifikasi kejadian tersebut.

“Hari ini, Selasa, 11 Agustus 2026, penyidik menjadwalkan klarifikasi terhadap pihak EO dan MC acara,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya, Selasa.

Polisi juga akan melakukan gelar perkara untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana dalam kejadian tersebut. Menurut Budi, masyarakat dipersilakan melaporkan kejadian tersebut apabila merasa dirugikan.

Penyelenggara Tegur Sponsor 

Di sisi lain, manajemen The Sounds Project mengaku kecewa dan turut mengecam peristiwa tersebut.

“Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challengeatau promosi produk dalam bentuk apa pun,” tulis manajemen The Sounds Project dalam pernyataannya di akun Instagram @thesoundsproject.

Pihak penyelenggara juga tengah memastikan kebenaran video yang beredar di media sosial dengan meminta klarifikasi dari berbagai pihak yang terlibat.

image_print

1 2 3 4

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.