Dalam kesempatan itu, Teguh kembali menyoroti tidak terlihatnya Puan Maharani dalam rapat yang membahas perkembangan RUU Perampasan Aset. Ia merasa kecewa, lantaran agenda tersebut dinilai penting terlebih massa AMPB telah datang ke Jakarta untuk meminta kepastian mengenai pembahasan regulasi tersebut.
“Seharusnya, sih, yang kami minta menemui Ibu Ketua, tetapi tadi di sidang paripurna tidak hadir dan saya nyatakan saya kecewa. Sidang paripurna itu sidang yang paling penting, kok, tidak hadir. Ini namanya menyepelekan negara,” ucap Teguh.
Teguh juga meminta seluruh anggota DPR lebih serius menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat. Ia berharap para legislator hadir dalam rapat-rapat yang dinilai berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.
“Saya minta untuk semua sidang semua anggota itu hadir. Ini memikirkan negara kok nggak hadir,” jelasnya.
Setelah keluar dari ruang sidang, sejumlah perwakilan AMPB kemudian sempat melakukan audiensi dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, dan Cucun Ahmad Syamsurijal.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi perwakilan massa untuk kembali menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada pimpinan DPR, termasuk terkait tuntutan agar RUU Perampasan Aset segera disahkan




















































































































Komentar Terbaru