Pengalokasian kuota tersebut juga dikaitkan dengan dugaan pemberian fee untuk mempercepat keberangkatan jemaah. Skema tersebut memungkinkan jemaah berangkat pada tahun yang sama atau dikenal dengan istilah T0.
Maktour Disebut Dapat 1.000 Kuota
Jaksa kemudian mengurai sejumlah singkatan dan nama yang tercantum dalam catatan tersebut, termasuk RF dan MKTR.
“RF ini siapa, Pak?” tanya jaksa.
“RF, Rizky Fisa,” jawab Ridwan.
“Rizky Fisa, dia sendiri dapat 500 kuota?” tanya jaksa.
“Iya,” jawab Ridwan.
“Kemudian MKTR?” tanya jaksa.
“Maktour,” jawab Ridwan.
“Maktour. Berapa dapatnya?” sambung jaksa.
“1.000,” jawab Ridwan.
Keterangan tersebut kembali menyoroti nama Maktour dalam perkara dugaan pengelolaan kuota haji.
Sebelumnya, pemilik Maktour Fuad Hasan Masyhur telah membantah perusahaannya memperoleh tambahan kuota dalam jumlah besar.
Adapun sejumlah nama dan lembaga yang tercantum dalam catatan persidangan tersebut masih menjadi bagian dari fakta yang didalami dalam proses hukum. Keterangan saksi dan catatan yang ditampilkan jaksa juga perlu diuji lebih lanjut untuk memastikan bagaimana kuota tersebut dialokasikan serta apakah pembagiannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.



































































































Beri Komentar