“Kapal miring gini, langsung miring. Miringnya itu cepat banget, karena posisinya sudah larinya ke kiri,” ujarnya.
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kondisi seluruh penumpang yang masih berada di dalam kamar ketika kapal mulai miring, namun berdasarkan pengamatannya sejumlah orang yang berhasil keluar dan mencapai perahu karet merupakan laki-laki.
“Masih banyak. Kayaknya banyak, soalnya yang keluar sopir-sopir saja kayaknya, orang laki-laki saja. Kalau yang di kamar-kamar itu kayaknya belum bisa keluar,” ujarnya.
Ahmad merupakan warga asal Surabaya yang kini tinggal di Banjarbaru dan berada dalam perjalanan membawa unit bus ke Kalimantan setelah mengambil bus dari Surabaya, sebelum menjadi salah satu penumpang yang berhasil menyelamatkan diri dari insiden tersebut.
Basarnas mengonfirmasi data sementara sebanyak 107 penumpang selamat dan berhasil dievakuasi, enam orang meninggal dunia, sementara 130 orang lain masih dalam proses pencarian.
Basarnas mengerahkan 15 armada laut dan udara dari unsur gabungan untuk memaksimalkan proses pencarian di lokasi kejadian di perairan Masalembo, Laut Jawa, meliputi 11 kapal, satu helikopter, dan tiga pesawat.



































































































Beri Komentar