Ironisnya, pasca-insiden kekerasan yang hampir merenggut nyawa tersebut, korban masih kerap berpapasan dengan para pelaku di lingkungan sekolah. Bahkan, salah satu pelaku sempat diikutsertakan dalam ajang kejuaraan bola basket yang sama dengan korban. Situasi yang tidak kondusif dan lambatnya penegakan keadilan internal membuat korban bersama keluarganya akhirnya memutuskan untuk mundur dari kejuaraan tersebut dan memilih keluar dari sekolah Islam Cendekia Madani demi keselamatan dan pemulihan mental korban.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi, tanggapan, atau klarifikasi terbuka yang dikeluarkan oleh Dahnil Anzar Simanjuntak terkait isu yang menyeret namanya tersebut. Demikian pula dari pihak Sekolah Islam Cendekia Madani (ICM), belum memberikan keterangan resmi soal kasus dugaan perundungan berat tersebut.































































































Beri Komentar