BANDA ACEH – Rohwati, mantan guru Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat bersekolah di SMP Negeri 1 Surakarta, mengaku sakit hati mendengar anggapan bahwa mantan muridnya itu tidak lulus SMA.Ia mengenang Gibran sebagai siswa yang memiliki kemampuan akademik baik dan bersikap sopan kepada guru.
Pernyataan Rohwati muncul ketika polemik dokumen pendidikan Gibran kembali menjadi perbincangan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan terkait gugatan syarat pendidikan pada 6 Oktober 2026.
“Kalau saya agak sakit hati. Nggak mungkin terjadi. Sekelas Pak Jokowi putranya tidak lulus SMA saya tidak mungkin. Terutama saya sebagai gurunya saya termasuk yang tidak terima. Bukan anak bodoh anak titipan. Dan memang keterima murni semua,” ujar Rohwati, dikutip Jumat (9/10/2026).
Rohwati mengajar Gibran pada periode 1999–2002. Ia menegaskan, menurut pengalamannya, Gibran diterima di SMPN 1 Surakarta melalui proses akademik, bukan karena status ayahnya, Joko Widodo, yang kemudian menjadi Presiden ke-7 RI.
Namun, kesaksian tersebut menggambarkan pengalaman Rohwati ketika mengajar Gibran di tingkat SMP. Keterangan itu tidak secara langsung menjelaskan status kelulusan Gibran dari SMA atau dokumen penyetaraan pendidikan yang menjadi sorotan dalam perkara di MK.
Rohwati Kenang Kemampuan Bahasa Inggris Gibran
Selain persoalan penerimaan di sekolah, Rohwati mengingat kemampuan Bahasa Inggris Gibran yang dinilainya cukup baik.
Menurut dia, kemampuan tersebut membuat keputusan Gibran melanjutkan pendidikan di Singapura terasa wajar.
“Saya sering mencocokkan dengan Bahasa Inggris termasuk bagus. Makanya ke luar negeri. Wajar banget kalau sekolah di Singapura,” katanya.
Rohwati juga menilai Gibran memiliki kemampuan Bahasa Jawa yang baik.
“Bagus. Mas Gibran termasuk Bahasa Jawanya juga bagus. Biasanya anak-anak yang Bahasa Jawanya bagus Bahasa Inggrisnya juga bagus,” ujarnya.
Kesaksian itu memperlihatkan penilaian pribadi Rohwati terhadap kemampuan bahasa mantan muridnya. Namun, kemampuan akademik yang diamati saat SMP tidak dapat dijadikan bukti langsung mengenai penyelesaian pendidikan pada jenjang berikutnya.
Mantan Guru Sebut Gibran Tetap Sopan kepada Guru
Rohwati juga mengenang Gibran sebagai siswa yang menjaga sopan santun terhadap guru. Menurut dia, sikap tersebut tetap terlihat setelah Gibran memasuki dunia Politik dan menjabat Wali Kota Solo.
“Kebetulan Pak Jokowi anaknya mengikuti adat. Yang saya tahu sopan banget. Terutama kalau sama guru,” kata Rohwati.
Ia mengatakan Gibran masih menunjukkan sikap hormat ketika bertemu guru-gurunya setelah menjadi wali kota.































































































Beri Komentar