“Alhamdulillah, saya mendapat kesempatan mengembangkan penelitian hingga ke tingkat internasional. Pengalaman tersebut mengajarkan bahwa karya yang kita buat dari kampus memiliki peluang untuk bersaing di tingkat dunia. Karena itu, jangan membatasi mimpi hanya karena merasa berasal dari daerah atau memiliki keterbatasan tertentu. Yang terpenting adalah terus belajar, berproses, dan berani mencoba,” tuturnya.
Berbagai pengalaman akademik, penelitian, kegiatan sosial, dan kompetisi tersebut turut mengantarkan Dek Rina melalui proses seleksi berjenjang mulai dari tingkat program studi, fakultas, hingga Universitas Syiah Kuala. Berdasarkan rekapitulasi prestasi dan penilaian gagasan yang disampaikan dalam proses seleksi pada Juli 2026, ia dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi peringkat kedua USK tahun 2025.
Di hadapan para siswa MAN 1 Meulaboh, Dek Rina menekankan pentingnya menentukan pilihan program studi berdasarkan minat, kemampuan, dan tujuan masa depan, sekaligus mempersiapkan diri sejak dini untuk mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi.
“Memilih PTN dan program studi harus dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Kenali minat dan kemampuan diri, cari informasi sebanyak mungkin tentang jalur seleksi dan beasiswa, lalu persiapkan diri sejak sekarang. Jangan hanya mengikuti pilihan orang lain atau sekadar mengejar nama besar kampus, tetapi pastikan pilihan tersebut sesuai dengan tujuan yang ingin kita capai,” pesannya.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Meulaboh, Faisal, M.Pd., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan motivasi ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan jumlah siswa yang berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri melalui berbagai jalur penerimaan.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Wakil Kepala MAN 1 Meulaboh, Kamariah, S.Ag. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta berharap program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, berani menetapkan target akademik, serta mampu memanfaatkan berbagai peluang seleksi dan beasiswa yang tersedia.
Pengalaman para narasumber menjadi pengingat bahwa perguruan tinggi bukan sekadar tempat memperoleh gelar, melainkan ruang untuk membangun kompetensi, memperluas jejaring, mengembangkan inovasi, dan mempersiapkan generasi muda agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.[]
































































































Beri Komentar