UPDATE

SPORT
SPORT

Kronologi Tragis Atlet Selam Syabilla Rizkia, Sempat Melambaikan Tangan 200 Meter dari Finis

BANDA ACEH, JAKARTA – Atlet selam asal Kabupaten Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja (22), meninggal dunia setelah mengalami insiden saat mengikuti perlombaan selam laut sejauh 3 kilometer di Pantai Awann Costa, Minggu (25/10/2026), dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII.

Peristiwa tersebut menjadi sorotan setelah muncul informasi bahwa Syabilla sempat dua kali melambaikan tangan ketika berada sekitar 200 meter dari garis finis.

Syabilla bukan atlet tanpa prestasi. Sebelum mengikuti nomor selam laut, ia telah mengantongi dua medali emas dari nomor selam kolam. Namun, perlombaan di perairan terbuka itu berakhir tragis.

Kronologi insiden bermula ketika Syabilla mengikuti nomor selam laut sejauh 3 kilometer dalam ajang olahraga tingkat Provinsi Jawa Tengah tersebut. Saat perlombaan mendekati akhir, posisinya dilaporkan berada sekitar 200 meter dari garis finis.

Pada jarak tersebut, Syabilla sempat melambaikan tangan sebanyak dua kali. Tim penyelamat yang mengetahui situasi itu kemudian mendekat dan menawarkan pertolongan.

Namun, berdasarkan keterangan Ketua KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, Syabilla sempat menolak bantuan dan memilih meneruskan perlombaan.

Situasi kemudian memburuk. Syabilla tenggelam dan harus mendapatkan pertolongan. Nyawanya tidak tertolong setelah mengalami gagal napas.

Belum ada keterangan terperinci mengenai kondisi fisik Syabilla sebelum insiden, alasan ia menolak bantuan, maupun urutan penanganan medis secara lengkap.

Kepergian Syabilla menjadi bahan evaluasi bagi KONI Jawa Tengah. Salah satu hal yang mendapat perhatian adalah respons tim penyelamat ketika atlet menunjukkan tanda-tanda kesulitan selama pertandingan.

Sujarwanto menegaskan bahwa keselamatan harus berada di atas kepentingan menyelesaikan lomba. Ia meminta tim penyelamat segera mengambil tindakan apabila atlet menyatakan menyerah, tanpa menunggu konfirmasi berulang.

“Ke depan, tim rescue sudah kami minta apabila ada atlet yang menyatakan menyerah pada kesempatan pertama, langsung diambil tindakan. Keselamatan nomor satu,” kata Sujarwanto dalam keterangannya, dikutip dari holopis, Senin (26/10).

Evaluasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan insiden yang menimpa Syabilla. KONI Jawa Tengah juga mencatat dua atlet lain mengalami masalah kesehatan ketika mengikuti pertandingan di perairan terbuka.

Kondisi ini mendorong penyelenggara memperkuat pengamanan pada sisa pertandingan Porprov Jateng XVII. Penambahan dukungan mencakup tenaga medis, ambulans, personel penyelamat, serta kesiapan kapal di sekitar arena perlombaan.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.