BANDA ACEH -Di tengah gugatan syarat minimal pendidikan SLTA atau sederajat dalam pencalonan pada Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi, Wakil Presidn Gibran Rakabuming Raka turun langsung meninjau lokasi banjir bandang di Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Jumat, 25 September 2026..
Empat hari setelah banjir bandang menerjang kawasan tersebut, Gibran mengunjungi warga terdampak di Posko Pengungsi Balai Pemuda Kayu Aro, Jalan Kayu Aro, Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang.
Kehadiran putra sulung mantan Presiden Jokowi ini untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan optimal sekaligus mendengar langsung kondisi dan kebutuhan warga selama masa tanggap darurat.
“Saya memahami kondisi ini berat bagi Bapak dan Ibu. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah akan terus berkoordinasi untuk melakukan langkah tanggap darurat dan pemulihan pascabencana berjalan optimal di lapangan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dalam penanganan masa tanggap darurat, Gibran menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama.
“Saya sudah sampaikan pada jajaran Forkopimda dan perwakilan pemerintah pusat di lapangan, bahwa langkah penanganan darurat harus memprioritaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan mendesak Bapak Ibu semua. Keselamatan Bapak Ibu yang utama,” tegasnya.
Selain memastikan kebutuhan mendesak warga terdampak terpenuhi, Wapres juga menyoroti dampak bencana terhadap rumah, lahan pertanian, dan hewan ternak warga. Ia pun meminta seluruh kerugian warga segera didata agar proses pemulihan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
“Terkait rumah dan lahan pertanian milik warga yang mengalami kerusakan, saat ini sedang dilakukan pendataan. Segera sampaikan kepada petugas di lapangan terkait rumah, lahan pertanian, hewan ternak yang jadi imbas akibat bencana. Pemerintah pastikan untuk melakukan penggantian dan pemulihannya,” ujar Wapres.
Saat salah seorang warga mengungkapkan bahwa rumahnya tidak lagi dapat ditempati. Wapres lantas memastikan pemerintah akan menindaklanjuti pendataan serta pembangunan kembali hunian warga terdampak.
“Ibu, rumahnya sudah didata. Nanti akan kami bangun kembali. Lokasinya akan ditentukan Bupati di tempat yang lebih aman,” jelas Gibran.
Selain pemulihan tempat tinggal, Gibran turut menekankan pentingnya penanganan dokumen kependudukan warga yang mungkin hilang atau rusak akibat bencana. Ia meminta pemerintah daerah mengoordinasikan proses pengurusan kembali kartu keluarga, KTP, dan dokumen administrasi lainnya agar kebutuhan dasar para pengungsi dapat segera dipenuhi.
































































































Beri Komentar