BANDA ACEH – Mantan Staf Khusus Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex, mengklaim uang sebesar USD1 juta yang disebut berkaitan dengan Panitia Khusus (Pansus) Haji DPR RI 2024 sampai ke tangan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid.Gus Alex meyakini uang tersebut diberikan atas permintaan Nusron yang saat itu menjabat Ketua Pansus Haji DPR. Menurut dia, permintaan tersebut disampaikan melalui Komisaris Independen PT Sucofindo Zainal Abidin.
“Saya yakin (USD1 Juta) nyampe Nusron,” kata Gus Alex di sela persidangan perkara dugaan korupsi kuota haji 2023-2024 di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Advertisement
Gus Alex mengatakan uang tersebut memang diperuntukkan bagi kepentingan Pansus Haji DPR yang dibentuk pada 2024.
“(Uang) khusus pansus itu. (Nilainya) USD1 juta,” ujarnya.
Gus Alex Sebut Aliran Uang USD1 Juta
Gus Alex mengaku yakin uang tersebut sampai kepada Nusron karena proses pemberiannya diketahui sejumlah pihak, baik dari sisi pemberi maupun penerima.
Dia menyebut Zainal Abidin sebagai salah satu pihak yang terkait dengan proses tersebut.
“Zainal Abidin,” kata Gus Alex.
Menurut Gus Alex, dirinya hanya menyanggupi menyiapkan USD400 ribu dari total USD1 juta yang diminta. Sekitar USD301 ribu di antaranya disebut berasal dari Ketua Umum Asosiasi Kesthuri, Asrul Azis Taba.
Sementara itu, USD600 ribu lainnya disebut disiapkan Staf Khusus Menteri Agama bidang hubungan kementerian dan lembaga Muhammad Nuruzzaman dengan cara meminjam uang dari sejumlah pihak.
Setelah terkumpul, Gus Alex menyebut uang tersebut bergerak melalui Erik, yang disebut berlatar belakang anggota Polri, kemudian diteruskan kepada Khomsen atau Khomsin.
Khomsen disebut Gus Alex berlatar belakang penegak hukum dan menjadi representasi Zainal Abidin serta Nusron Wahid.
Penyerahan uang tersebut disebut berlangsung di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Gus Alex juga menyebut seseorang bernama Acong mengetahui proses penyerahan tersebut. Acong disebutnya berada di lingkaran Nusron.
“Lewatnya si Zainal Abidin dan di situ ada orang yang namanya Khomsen sama Acong,” ujar Gus Alex.
Sebut Ada Pertemuan dengan Ace Hasan
Sebelum penyerahan uang, Gus Alex mengaku sempat bertemu dan berkoordinasi dengan Ace Hasan Syadzily, yang saat itu menjabat Wakil Ketua Komisi VIII DPR.
Menurut Gus Alex, dalam pertemuan tersebut Ace memprotes Yaqut dan Kemenag karena dinilai tidak memperhatikan Komisi VIII DPR.
Sementara mengenai permintaan USD1 juta yang disebut datang melalui Zainal Abidin, Gus Alex mengatakan Ace menyebut pengaturannya melibatkan aparat.
































































































Beri Komentar