UPDATE

NASIONAL

Ternyata Selain Sestama, OTT KPK Juga Amankan Terduga Kerabat Kepala BNPB?

BANDA ACEH  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (13/10). Dari sejumlah pihak yang diamankan, terdapat sosok yang memiliki hubungan dekat dengan Kepala BNPB Letjen Suharyanto.

Menurut sumber, salah satu yang ditangkap memiliki hubungan dengan Kepala BNPB Suharyanto yaitu adiknya yang berinisial BM. BM diamankan dalam kapasitasnya sebagai pihak swasta. Selain BM, menurut sumber terdapat juga orang kepercayaan Kepala BNPB yang berinisial RCH. RCH ini menurut sumber bekerja sebagai tenaga ahli kepala BNPB. 

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Selain keduanya, KPK turut mengamankan Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Rustian, pejabat pembuat komitmen (PPK) di lingkungan BNPB, serta sejumlah pihak swasta lainnya.

Akan tetapi baik jubir atau pihak KPK belum bisa membeberkan detail nama-nama yang kena OTT selain Rustian. “Untuk para pihak siapa-siapa yang diamankan, akan diinfo lebih lanjut,” kata Ketua KPK Setyo Budiyanto soal operasi senyap di BNPB pada Selasa (13/10) lalu.

Operasi senyap tersebut diduga berkaitan dengan transaksi ilegal dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB. Penyidik tengah mendalami dugaan penyimpangan yang bersumber dari dana siap pakai (DSP) untuk penanganan kebencanaan.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan bahwa perkara yang menjadi dasar operasi tangkap tangan tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di BNPB.

“Penyelidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi ini terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB,” kata Budi Prasetyo di Jogjakarta, Selasa (13/10) malam.

Dana siap pakai merupakan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana tersebut digunakan untuk mendukung penanganan bencana, mulai dari masa siaga darurat, tanggap darurat, hingga transisi darurat menuju pemulihan.

Pada awal 2026, BNPB tercatat menerima alokasi dana siap pakai sebesar Rp 4,6 triliun. Namun, lembaga tersebut juga mengajukan tambahan anggaran senilai Rp 5,6 triliun.

Besarnya anggaran penanganan kebencanaan itu menjadi salah satu aspek yang relevan untuk dicermati dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa tersebut. Meski demikian, keterkaitan masing-masing pihak dengan dugaan penyimpangan masih perlu dibuktikan melalui proses hukum.

Dalam OTT tersebut, tim KPK turut menyita barang bukti berupa uang tunai dan logam mulia berupa emas batangan. Berdasarkan penghitungan awal, nilai uang tunai yang diamankan mencapai sekitar Rp 1,4 miliar.

image_print

1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.