UPDATE

NASIONAL

Peran Sertifikasi Halal dalam Mendorong Ketahanan Pangan dan Kepercayaan Konsumen

Sumber gambar: pexels.com/Jack Sparrow

Indonesia, sebagai negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia memiliki isu ketahanan pangan yang cukup unik. Selain harus mencukupi kebutuhan bahan makanan, masyarakat Indonesia juga punya ekspektasi bahwa bahan makanan tersebut halal untuk dikonsumsi. Label halal yang dimiliki oleh makanan lebih dari sekedar tanda aman dikonsumsi oleh umat muslim. Tapi lebih merupakan bukti bahwa produsen atau tempat makan menerapkan satu standar yang bisa diterima oleh masyarakat umum.

Sertifikasi Halal Demi Ketahanan Pangan

Sebagai salah satu kebutuhan utama, makanan adalah bidang vital yang dapat harus terus dicukupi. Tekanan untuk memastikan makanan yang dikonsumsi tidak memiliki bahan yang dilarang juga bukan hanya milik konsumen, tapi juga produsen dan legislator. Lewat peraturan yang mempermudah produsen untuk mendapatkan sertifikat halal, baik masyarakat maupun produsen bisa lebih tenang dalam mengonsumsi makanan. Bagi warga umum, label yang ada jadi informasi yang bisa membantu mereka dalam memilih makanan tanpa ragu. Dan bagi produsen, label ini jadi cara pasti untuk meyakinkan para calon konsumen atas produk yang ditawarkan.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Penting untuk diketahui, standar halal tidak terbatas pada bahan makanan, tapi juga berbagai produk lain yang berhubungan dengan proses memasak dan menyimpan bahan makanan. Ini karena, halal juga mencakup material atau bahan baku dan juga bahan pendukung beberapa produk elektronik. Dengan demikian, keamanan pangan halal akan jadi lebih mudah dicapai.

4 Alasan Pentingnya Sudah Tersertifikasi Halal

1. Menjamin Kualitas Produk

Sertifikat halal menjadi bukti keseriusan produsen dalam menghadirkan produk yang berkualitas dan bermutu tinggi. Untuk mendapatkan sertifikat ini, produsen harus menjalani serangkaian inspeksi yang dilakukan langsung oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa kondisi di lapangan sudah sesuai dengan dokumen yang diberikan. Tidak hanya untuk verifikasi dokumen, rangkaian pemeriksaan juga melihat kebersihan dan bagaimana produsen mengikuti standar halal.

Misalnya pada produksi kue kering rumahan yang sudah mendapatkan status halal. Ini berarti produsen bisa membuktikan bahwa dalam rangkaian proses produksi kue kering dilakukan di tempat yang bersih dan sesuai dengan standar halal. Bahan baku dan semua alat yang digunakan juga dipastikan bersih dan tidak mengandung produk non-halal.

Begitu juga pada restoran atau bahkan fast food chain. Bersertifikasi halal berarti semua bahan baku yang digunakan dan proses memasak di dalam restoran juga sudah memenuhi standar. Adanya kewajiban memiliki status halal akan mendorong perusahaan untuk membuat produk yang terjamin memenuhi semua standar ini.

image_print

1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.