UPDATE

Salam.life
NASIONAL
NASIONAL

Baru Keluar Penjara, Oposisi Senegal Langsung Jadi Presiden

BANDA ACEH -Meski belum ada pengumuman resmi, namun kandidat oposisi Senegal Bassirou Diomaye Faye dinyatakan menang dalam pemilihan umum presiden akhir pekan lalu.

Ini ditandai dengan Presiden petahana, Macky Sall yang telah mengakui kekalahannya berdasarkan hasil penghitungan awal.

Mantan Perdana Menteri Sall yang juga kalah dalam pemilu Amadou Ba, mendoakan kesuksesan bagi Faye dalam sebuah pernyataan yang disampaikan oleh tim kampanyenya.

Mengutip AFP pada Selasa (26/3), kemenangan Faye terjadi hanya kurang dari dua minggu setelah dia dibebaskan dari penjara dan mencalonkan diri dalam pemilu.

Dalam pidato pertamanya, Faye berjanji akan memulai babak baru setelah berbulan-bulan penuh kekerasan dan banyak penangkapan Politik menjelang pemilu.

“Saya berjanji untuk memerintah dengan rendah hati dan transparan, serta memerangi korupsi di semua tingkatan. Saya berjanji akan mengabdikan diri sepenuhnya untuk membangun kembali lembaga-lembaga kita,” ujar Faye.

Mantan inspektur pajak itu maju dalam pemilihan Presiden setelah sekutu dekatnya pemimpin oposisi populer Ousmane Sonko dilarang mencalonkan diri karena hukuman sebelumnya.

Kemenangan Faye mencerminkan rasa frustrasi di kalangan generasi muda dengan tingginya angka pengangguran dan kekhawatiran terhadap pemerintahan di negara Afrika Barat tersebut.

Pemilu pada Minggu lalu (24/3) digelar menyusul kerusuhan selama berbulan-bulan yang dipicu oleh penangkapan Faye dan Sonko tahun lalu, dan kekhawatiran bahwa Presiden Sall akan berusaha untuk masa jabatan ketiga meskipun ada batasan masa jabatan menurut konstitusi.

Kekerasan tersebut mengguncang reputasi Senegal sebagai negara demokrasi yang stabil di wilayah yang sering dilanda gelombang kudeta.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan puluhan orang tewas dalam protes tersebut, sementara sekitar 1.000 orang di penjara.

Pendiri lembaga pemikir asal Senegal Afrikajom Center, Alioune Tine mengatakan hasil pemungutan suara tersebut membuktikan Senegal akan bertahan setelah tahun yang sulit yang telah melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi.

“Dari penjara sampai istana presiden. Satu-satunya negara di Afrika yang mampu bertahan dari penyakit demokrasi yang telah mengguncang seluruh institusinya, sangat mengguncang masyarakatnya, dan hanya bisa pulih dari penyakit tersebut,” ujarnya.

Analis internasional mengatakan pergantian kepemimpinan di Senegal akan melegakan setelah berbulan-bulan terjadi kekerasan, namun menimbulkan pertanyaan baru mengenai kebijakan luar negeri pemerintahan baru pada saat negara pesisir tersebut menjadi produsen minyak dan gas.

image_print
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.