Laporan juga menggarisbawahi adanya “jangkauan jaringan sosial media yang luas untuk menyebarkan kebohongan dan hasutan”.
Disebutkan dalam laporan itu bahwa media sosial memainkan “peran yang betul-betul mengkhawatirkan” terkait dengan insiden anti-Semitik.
“Data ini menimbulkan keprihatinan terkait legislasi dan kesepakatan yang dicapai dengan perusahaan-perusahaan media sosial dalam melarang ekspresi anti-Semitik di platform mereka.”
Penelitian juga mengindentifikasi menjamurnya teori konspirasi seputar pandemi Covid-19 yang turut mendorong tindak kejahatan anti-Yahudi.
“Sejak awal pandemi pada 2020, teori konspirasi mulai bermunculan di dunia, menuding Yahudi dan Israel menyebarkan virus.” Demikian salah satu poin dalam laporan tersebut.





























































































Beri Komentar