“Komitmen kita, sesuai arahan Pak Wali Kota. Untuk tetap menjaga stabilitas harga bahan pokok, sekaligus upaya aktif kita menekan laju inflasi, kita kembali menggelar pasar murah. Kali ini, bersamaan dengan Peukan UMKM akan kita gelar. Warga bisa membayar menggunakan QRIS BSI atau BAS,” kata Nurdin.
Lanjutnya, untuk kegiatan Pasar Murah, disiapkan sebanyak 800 paket dan setiap paketnya terdiri dari 4 komoditas utama yaitu 10 kg (1 karung) beras dengan harga beli Rp 90.000, 2 liter minyak goreng seharga Rp 36.000, 2 kg gula dengan harga beli Rp 23.000 dan 1 lempeng (30 butir) dengan harga beli Rp 41.000.
“Total harga beli normal di pasaran setiap paket sebesar Rp 240.000, disubsidi oleh Pemko Banda Aceh sebesar Rp 50.000 per paket. Jadi, masyarakat dapat membeli dan membawa pulang satu paket sembako itu dengan hanya membayar Rp 190.000 saja,” ungkapnya.
Sementara, untuk Bazar UMKM akan diikuti oleh 15 orang pelaku UMKM yang akan mempromosikan dan menjual produk UMKM. Kegiatan bazar juga dirangkai dengan Talkshow Pembiayaan UMKM dengan menghadirkan 4 narasumber dari lembaga keuangan Bank Syariah Indonesia (BAS), Bank Aceh Syariah (BAS), PNM dan PT LKMS Mahirah Muamalah Banda Aceh.
“Pameran Literasi Keuangan dan dirangkai juga dengan kegiatan sosialisasi BDKT (barang dalam keadaan terbungkus), Pelayanan Tera/Tera Ulang Timbangan atau Perbaikan Timbangan rusak oleh UPTD Metrologi Legal Kota Banda Aceh,” imbuhnya.[]





























































































Beri Komentar