“Kami mengapresiasi Kabupaten Aceh Barat telah mempunyai Desa Tangguh Pancasila dalam upaya menangkal radikalisme dan terorisme di daerah, nantinya desa ini akan kita jadikan percontohan (Pilot Project) bagi daerah lain diseluruh Provinsi di Indonesia” tutur Suhendro.
Lebih lanjut, Suhendro menjelaskan paham radikalisme dan terorisme tidak mengenal suku bangsa, Agama, Pendidikan, pekerjaan, jabatan, maupun status sosial lainnya. Paham tersebut bisa menjangkiti siapa saja, bahkan pada orang terdekat di sekitar tempat tinggal.
Untuk menangkal itu, kata dia, perlu adanya sinergitas dan koordinasi yang baik dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Pusat, daerah, hingga desa, dengan mengedepankan kearifan lokal yang dimiliki.
Disamping itu, ia juga terus mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota untuk membuat program pencegahan masuknya paham radikal pada masyarakat khususnya bagi generasi muda melalui pendekatan kearifan lokal.
“Ini adalah tanggung jawab bersama, untuk menciptakan suasana yang harmonis, tentram dan kondusif di tengah masyarakat” pungkasnya.[]
Editor : Biro Meulaboh.

















































































































Komentar Terbaru