“Yang bukan mayoritas,” jelas Ustaz Adi Hidayat.
Kemudian yang kedua tafsir pertengahan.
“Yang tengah-tengah tapi tidak berlaku umum,” ujar Ustaz Adi Hidayat.
Sementara yang ketiga adalah yang menjadi patokan.
“Yang ketiga ini yang mayoritas ulama memahaminya dan ini yang jadi patokan kita,” ujar Ustaz Adi Hidayat.
Tafsir Pertama
Tafsir pertama ini adalah tafsir jauh yang tidak menjadikan concern mayoritas.
“Apa itu? adalah posisi geografisnya,” kata Ustaz Adi Hidayat.
Sebagai informasi, berdasarkan letak geografis, di sebelah kanan dari Makkah dengan Madinah adalah Yaman.
Sementara sebelah kiri dari Mekkah dan Madinah adalah Syria, Damaskus.
“Makanya di di Ka’bah itu ada rukun yamani, rukun samili,” kata Ustaz Adi Hidayat.
“Samali itu arah Syria ya arahnya arah Syam makanya disebut samal. Rukunnya syam,” sambung Ustaz Adi Hidayat.
Syam itu sekarang ada Syiria, Lebanon, Palestina, dan Yordania.
“Terus ada rukun Yamani, arah Yaman, disebut Yaman yang arah kanan,” kata Ustaz Adi Hidayat.
“Secara topografi geografisnya orang-orang yang arahnya sebelah kanan ke sini nih dengan yang kesini itu lebih lembut dibandingkan dengan yang kiri kesini,” kata Ustaz Adi Hidayat menjelaskan.
Itulah penjelasan dari tafsir pertama.
“Tapi ini tafsir yang tidak banyak mayoritas condong disitu,” kata Ustaz Adi Hidayat
Tafsir Kedua
Sementara tafsir kedua menunjukkan orang Yaman secara umum.
“Jadi bila dibandingkan dengan suku-suku Arab yang ada kan Arab itu banyak ya,” kata Ustaz Adi Hidayat.
Ada yang pakai pada yang Hijaz hingga kemudian langsung masuk wilayah, tihamahnya yakni Hadramaut.
“Nah ini umumnya wilayah-wilayah yang hadramaut, wilayah-wilayah tihamah Ke Yaman ya ke sebelah sana itu lebih lembut,” kata Ustaz Adi Hidayat.
Tafsir Ketiga
Kemudian yang terakhir adalah tafsir yang kata Ustaz Adi Hidayat yang paling tepat.
“Paling tepat dan cenderung mayoritas menafsirkan itu,” kata Ustaz Adi Hidayat.
Kata Ustaz Adi Hidayat maksud hadits itu adalah ukuran standar kelembutan yang dipraktekkan oleh orang-orang Anshar.
“Nabi itu ingin memotivasi kita untuk bersikap seperti orang Anshar,” kata Ustaz Adi Hidayat.
Jadi dimanapun kalian berada, lintas generasi, lintas zaman contohlah orang Anshar.
“Orang Anshar lembut-lembut baik-baik, rendah hati. Walaupun aktivitas mereka itu banyak diantara mereka penggembala kambing,” kata Ustaz Adi Hidayat.
Menurut Ustaz Adi Hidayat hadits ini menjadi satu pesan Nabi yang sangat dalam kepada kita.
“Maksudnya apa bersikaplah seperti orang Anshar dan umumnya mereka dari Yaman,” kata Ustaz Adi Hidayat.



















































































































Komentar Terbaru