Pada kesempatan tersebut, Ketua Tim Branding Pariwisata Sabang M. Arief Budiman menjelaskan Branding Kota Sabang yang dilaksanakan pada tahun 2022 lalu itu dimulai dengan melakukan survei untuk mendapatkan brand identity kota.
“Dari studi dihasilkanlah image yang paling melekat pada Kota Sabang yaitu Kilometer Nol diikuti dengan identitas lainnya seperti bawah laut, alam, budaya dan lain-lain. Dengan itu dibangunlah sebuah brand seputar image tersebut,” jelasnya.
Kemudian, Brand yang muncul adalah ‘0 KM Sabang’. Lingkaran merepresentasikan angka ‘nol’, karena Sabang sebagai titik awal paling barat Indonesia, kemudian panah di dalam lingkaran menunjuk ke arah barat laut yaitu posisi Sabang di Indonesia.
“Panah ini juga mengarah ke arah kiblat (Makkah) karena Sabang adalah bagian dari Aceh yang dikenal dengan Serambi Mekkah dan Syariat Islamnya,” tambahnya.
Sementara itu, Pj Wali Kota Sabang Reza Fahlevi mengatakan branding ini bertujuan untuk meningkatkan penerimaan devisa dari sektor pariwisata, budaya dan ekonomi kreatif serta meningkatkan kesempatan berusaha dan bersaing. Sehingga diharapkan tumbuhnya investasi baru di Kota Sabang.
“Selain potensi pariwisata yang luar biasa, banyak hal yang melandasi pembentukan branding ini. Kita punya produk kuliner, destinasi dan desa wisata unggulan, kemudian Sabang juga sering disinggahi kapal pesiar, dan berbagai penghargaan yang di raih kota Sabang, juga mendorong kami agar memiliki identitas pariwisata sendiri,” ujarnya.
Menurut Reza, Sabang memiliki potensi yang luar biasa, dengan produk utamanya adalah bahari, dan budaya sebagai produk pendukungnya. Hal ini juga yang mendasari Ia yakin pariwisata akan menjadi leading sektor, yang akan mendorong sektor-sektor lain untuk berkembang.
Kemudian, tidak hanya sekedar logo, branding ini mewakili segala keunikan dan keunggulan Sabang yang juga sarat akan nilai-nilai konservasi. Ini menjadi sebuah konsep dan panduan secara menyeluruh dalam mempromosikan pariwisata Kota Sabang.
Pj Wali Kota Sabang menargetkan akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sabang sebesar 50 persen pada tahun 2023, dengan cara meningkatkan investasi sektor pariwisata ke Sabang, peningkatan kualitas daya tarik wisata (bahari dan budaya) dan pengembangan 5 desa wisata unggulan Sabang berbasis pariwisata berkelanjutan, peningkatan kualitas produk ekonomi kreatif, peningkatan kunjungan kapal pesiar dan yatch, serta peningkatan kualitas event.
“Branding ini adalah bagian dari upaya kami dalam memperkenalkan Sabang secara lebih luas, khususnya sektor pariwisata, ke kancah nasional dan internasional. Mudah-mudahan ini akan menciptakan identitas, yang bisa menarik sumber daya, investasi dan wisatawan ke Sabang,” tutup Reza Fahlevi.


















































































































Komentar Terbaru