Dikatakan, habitat Paya Nie juga kaya keanekaragaman hayati dan spesies burung air. Selain itu, juga menjadi kawasan resapan air dan mampu menampung sekitar 600 juta meter kubik.
Karena itu, habitat lahan basah ini sangat relevan dengan lokasi edukasi lingkungan hidup untuk para siswa.
“Kita ingin anak-anak siswa di Bireuen memiliki pengetahuan tentang lahan basah. Jangan sampai kita hanya tau lahan basah di negara lain, padahal ada lahan basah penting di sekitar kita,” katanya.
Anggota Tim Penyusun Silabus, Misnar MA mengatakan, modul ajar yang disusun bisa langsung dipakai oleh sekolah.
“Modul ini ready to use,” ujarnya.
Silabus ini menekankan pada kompetensi awal yang harus dimiliki peserta didik sebelum mempelajari modul ini adalah mampu menganalisis tentang kekayaan alam yang berbasis kearifan local.
Sistem pembelajaran dilakukan berbasis kepada siswa. Modul ini juga meliputi empat dimensi yakni beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, Mandiri, Kolaborasi, dan Bernalar Kritis.
Misnar mengatakan, target dari pembelajaran ini dimana siswa mampu merancang dan melaksanakan mini research komprehensif tentang rawa air tawar, yang mencakup analisis mendalam terhadap komposisi mineral tanah, dokumentasi lengkap tentang ekosistem di berbagai zona air tawar, serta perbandingan yang teliti antara karakteristik vegetasi di wilayah rawa dalam dan tepi sungai.

















































































































Komentar Terbaru