“Kami yakin bahwa ke-402 anak tersebut adalah anak dari anggota GISB. Itulah dugaan kami saat ini. Kami merasa bahwa sampel DNA perlu diambil,” jelas Razarudin.
Otoritas agama Islam di negara bagian Selangor, Malaysia, mengatakan minggu ini bahwa mereka memantau dengan saksama kegiatan GISB.
Diketahui, negara multietnis ini memiliki sistem hukum dua jalur dengan Muslim yang tunduk pada hukum syariah di wilayah tertentu. Sementara, badan anak-anak PBB telah menggarisbawahi ‘kengerian yang tak terbayangkan’ yang dihadapi oleh para korban.
“Anak-anak ini telah mengalami kengerian yang tak terbayangkan dan akan membutuhkan dukungan medis dan psikososial profesional jangka panjang,” kata Robert Gass, perwakilan Malaysia untuk UNICEF.
Komentar Terbaru