Menteri Keuangan periode 2013-2014 Chatib Basri memproyeksi ekonomi Indonesia pada 2024 akan mengalami perlambatan. Meski begitu, ia memastikan Indonesia jauh dari resesi.
“Dia melambat (ekonomi RI 2024). Jadi jangan bayangkan bahwa kita akan masuk resesi atau signifikan slow down dari growth, i don’t think so. Indonesia jauh dari itu,” kata Chatib dalam acara Market Outlook 2024, pertengahan Juli lalu.
Menurut Chatib, ekonomi Indonesia akan tumbuh di kisaran 5 persen tahun ini. Namun, pertumbuhan tahun ini diproyeksi lebih rendah dari tahun lalu.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh sebesar 5,05 persen. Angka ini lebih rendah dibanding capaian tahun 2022 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,31 persen.
“Jadi saya enggak bicara ekonomi Indonesia akan tumbuh di bawah 5 persen. I think dengan kondisi seperti sekarang itu, 5 persen itu kita masih bisa punya dampak. Jadi relatif terhadap tahun sebelumnya, dia melambat,” ungkapnya.
Chatib menyebut penurunan harga komoditas menjadi tantangan untuk pemerintah dalam mengerek pendapatan negara. Untuk itu, ia meminta pemerintah fokus terhadap perekonomian domestik.
“Sebetulnya likuiditasnya harus dijaga supaya dia bisa pumping money untuk bisa konsumsinya bisa berjalan,” imbuh Chatib.





























































































Beri Komentar