“Dari masa kecil, saya bergaul ya sama mayoritas teman-teman muslim,” ujarnya.
“Dari kecil, Islam itu bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan saya. Sering juga saya tarawih, padahal saya non-muslim,” ungkapnya saat ditemui di kantornya di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (13/4/2023).
Saat beranjak dewasa, John LBF memilih merantau dari Semarang menuju Jakarta, tepatnya pada 2007.
Namun, setiba di Jakarta, ia kehilangan arah dan lupa jati dirinya.
John LBF semakin dekat dengan Islam pada 2019 saat ia tak memiliki uang untuki membawa berobat sang ibu.
“Di kala 2019, saya betul-betul butuh uang untuk ibu saya berobat udah enggak ada daya, kekosongan.”
“Hati saya tiba-tiba ada bisikan ‘udah lah lu serahin deh hidup lu ke Saya sebagai Penciptamu, berserah penuh'” ungkap John.
Saat itulah, kata John LBF, ia mendapat hidayah untuk menjadi seorang mualaf.
“Waktu itu mualaf di hadapan 300 santri. Nama saya jadi Muhammad Henry Kurnia Adi karena pas maulid,” pungkas dia.
Disebut Ancam Potong Gaji hingga Pecat Karyawan
John LBF saat ini tengah menjadi sorotan setelah dugaan ancaman terhadap karyawan di perusahaannya, terungkap.
Kasus ini bermula saat seorang karyawannya, Septia, membongkar soal pemotongan upah sepihak, pembayaran di bawah upah minimum provinsi (UMP), jam kerja berlebihan, hingga tidak adanya BPJS Kesehatan dan slip gaji.
Buntut pernyataannya yang viral di X itu, Septia diadukan John LBF menggunakan Undang-undang ITE.
Menurut catatan, Septia ditahan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat pada 26 Agustus 2024 tanpa alasan yang jelas.
Septia kemudian menjadi tahanan kota setelah persidangan digelar pada 19 September 2024.
Ia didakwa melanggar Pasal 27 ayat 3 UU ITE terkait pencemaran nama baik dan Pasal 36 UU ITE, yang dapat berujung pada ancaman hukuman penjara hingga 12 tahun.
Pada Rabu (9/10/2024), John LBF hadir sebagai saksi dalam sidang Septia.
Dalam sidang itu, terungkap fakta, John LBF mengancam akan memotong gaji karyawannya jika telat membalas chat.
John LBF juga mengirim chat ke grup perusahaan saat tengah malam, di luar jam kerja.
“Ya kalau dari pemeriksaan sakit tadi artinya yang di WhatsApp group, yang menyatakan bahwa memang ada, ditelepon sampai atau panggilan grup sampai jam 11 malam, itu kan diakui tadi ya,” ungkap kuasa hukum Septia, Jaidin Nainggolan, setelah sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Rabu.
“Bahwa, terkait ada pemotongan gaji juga di-chat di grup, itu kan diakui semua oleh beliau,” imbuhnya.
Meski membenarkan adanya chat bernada mengancam, John LBF membantah ia telah memotong gaji karyawan.



















































































































Komentar Terbaru