Dikutip dari Tribun Sultra, Sudarsono membenarkan kaca mobilnya pecah dengan lubang kecil seperti bekas tembakan.
“Saya mendengar kaca mobil berbunyi keras, saya kira ada burung tabrak kaca mobil.”
“Saya langsung berhentikan mobil dan turun mengecek. Memang ada lubang di kaca tengah sebelah kiri,” ujarnya, Senin.
Sudarsono menjelaskan, ada warga yang sedang duduk di depan rumah mengaku melihat sosok berlari menunduk ke arah semak-semak.
“Jadi ada warga yang lihat dan bilang ada orang lari ke dalam semak. Saya masuk kejar tapi saya tidak dapat,” bebernya.
Saksi mata, Nurdin mengatakan, dirinya melihat orang lari ke semak-semak.
“Saya lihat ada orang yang lari, kayak anak kecil, tunduk-tunduk. Tidak sempat saya lihat betul, hanya lihat ada orang lari di sana,” imbuhnya.
Sementara itu, kuasa hukum Supriyani, Andri Darmawan bakal melaporkan kasus dugaan teror tersebut.
Andri menuturkan, mobil dinas Camat Baito yang sering ditumpangi Supriyani diduga ditembak OTK saat melintas di depan SDN 3 Baito.
“Tadi ini ada insiden jadi mobil dinas Pak Camat Baito yang biasa dipakai untuk Supriyani dalam proses sidang ditembak dan ini kami sedang identifikasi,” ungkapnya.
Andri belum bisa memastikan, apakah teror tersebut terkait perlindungan yang dilakukan pihaknya dan Camat Baito untuk Supriyani.
“Kita lihat memang tidak kondusif Supriyani tinggal di rumahnya.”
“Jadi kita bawa di rumah Pak Camat Baito agar menghindari kejadian yang tidak diinginkan,” terangnya.
































































































