Pj Gubernur juga mengingatkan bahwa kebangkitan Aceh tidak hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga membangun jiwa dan karakter masyarakat.
“Aceh yang kita bangun bukan hanya tentang gedung-gedung megah atau jalan-jalan baru, tetapi tentang masyarakat yang lebih kuat secara mental dan spiritual. Kita harus terus menjaga nilai-nilai kebersamaan, keikhlasan, dan solidaritas yang telah menjadi fondasi kebangkitan kita,” katanya.
Sebagai bagian dari peringatan, Safrizal juga menyerahkan santunan simbolis kepada anak-anak yatim yang kehilangan keluarga akibat tsunami.
“Mereka adalah generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan kita. Mari kita dukung mereka, berikan pendidikan yang layak, dan ciptakan lingkungan yang mendukung mereka untuk tumbuh menjadi pemimpin masa depan,” katanya.
Ia menutup sambutannya dengan pesan inspiratif kepada seluruh masyarakat Aceh.
“Mari kita jadikan peringatan 20 tahun tsunami ini sebagai pengingat bahwa di balik setiap duka, ada hikmah besar. Aceh telah bangkit, tetapi perjalanan kita belum selesai. Tanggung jawab kita adalah memastikan bahwa bencana ini menjadi pelajaran yang diwariskan kepada generasi berikutnya, sehingga mereka dapat membangun Aceh yang lebih tangguh, lebih siap, dan lebih maju. Aceh adalah tanah yang kuat, dan bersama-sama, kita akan terus menjadikannya lebih baik,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh (Disbudpar), Almuniza Kamal, selaku Ketua Panitia, menjelaskan bahwa peringatan tsunami tahun ini diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan untuk menghidupkan kembali kenangan sekaligus memberikan edukasi kepada generasi muda tentang pentingnya mitigasi bencana.
“Kami telah menyusun serangkaian acara yang melibatkan masyarakat luas, mulai dari kegiatan seni, olahraga, hingga pameran edukasi. Semua ini untuk mengenang perjuangan membangun kembali Aceh pasca-tsunami,” jelas Almuniza.
Almuniza mengatakan, malam renungan ini adalah salah satu rangkaian acara peringatan 20 tahun tsunami Aceh, yang diisi dengan berbagai kegiatan seperti pameran, teatrikal, dan diskusi edukasi di Museum Tsunami Aceh. Puncaknya akan berlangsung pada 26 Desember 2024 di Masjid Raya Baiturrahman.
Disamping itu, Turut hadir dalam malam renungan ini Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Aceh Besar Bidang Tata Pemerintahan, Keistimewaan, dan Kesejahteraan Rakyat, Farhan AP, yang mewakili Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto. Farhan menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Aceh Besar untuk selalu mengenang dan mendoakan para korban tsunami.


















































































































Komentar Terbaru