Acara puncak perayaan Internasional Laksamana Keumalahayati ke-2 ini awalnya direncakan pada 1 Januari 2025, tapi dipercepat ke 27 Desember 2024, untuk menyamakan waktu dengan kunjunan peserta perwakilan UNESCO. Untuk tetap menepati peringatan sesuai hari lahir Laksamana Keumalahayati, maka pada 1 Januari 2025, panitia mengadakan acara lanjutan dan pembubaran kepanitiaan. Perayaan tersebut pengingat Hari lahir Laksamana Keumalahayati ke-474, 1 Januari 1550–1 Januari 2025.
Sebagaimana diketahui, Perkumpulan Majelis Seniman Aceh, bersama beberapa pihak yang peduli, berhasil memperingati Perayaan Internasional Ke-1 Hari lahir Laksamana Keumalahayati ke-473, 1 Januari 1550–1 Januari 2024.
Acara yang dipusatkan di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Banda Aceh, Senin, 1 Januari 2024, malam dan berlangsung meriah tersebut juga disiarkan secara langsung di channel youtube KANA TV.
Dasar acara tersebut adalah ketetapan Direktur Jenderal UNESCO (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization), Madame Audrey Azoulay, menetapkan Hari lahir Laksamana Malahayati, 1 Januari 1550, sebagai Hari Perayaan Internasional. Hal itu ditetapkannya dalam Sidang Umum ke-42 UNESCO, Rabu, 22 November 2023, di Paris, Prancis. Di antara negara pendukungnya adalah Rusia, Turkiye, Malaysia, Thailand, Togo.[]


















































































































Komentar Terbaru