UPDATE

NASIONAL
NASIONAL

Soal Tahanan di Medan Tewas: Kapolrestabes Akui Ada Kekerasan saat Penangkapan, 6 Polisi Diperiksa

Ia berujar, suaminya ditangkap anggota polisi yang disebut-sebut sebagai menantu dari warga bermarga S.

Di sana terjadi cekcok antara para peminum dengan anggota polisi yang melakukan penangkapan.

“Pada kejadian, malam itu juga dia (oknum polisi) membawa suami saya dan teman-temannya.” 

“Tidak ada surat apa pun yang saya terima. Saya juga tidak tahu dibawa ke mana,” lanjutnya.

Dumaria lantas mendatangi Polrestabes Medan untuk melihat suaminya, Rabu (25/12/2024).

Namun, petugas tak mengizinkannya melihat sang suami dengan alasan tak ada Kanit.

“Mohon-mohon aku minta tolong. Terus saya datang lagi, katanya suami saya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.” 

“Sampai di rumah sakit ini pun saya tidak bisa melihat suami saya,” ujarnya berurai air mata. 

Puncaknya, Dumaria menatap sesosok jenazah melintas di hadapannya hendak diantar ke kamar jenazah.

Alangkah hancur hatinya, pria yang terbaring kaku tak bernyawa itu ternyata BS.

“Hancur perasaan, saya lihat jenazah itu ternyata suami saya. Saya tidak diberitahu apa pun. Tiba-tiba suami saya sudah jadi mayat,” ungkapnya.

Ia mengatakan, sebelum ditahan polisi, sang suami dalam kondisi sehat. Dumaria pun yakin suaminya dianiaya saat berada di tahanan.

“Saya gak tahu di mana suami saya dipukuli, tapi kondisi suami saya waktu dibawa ke Polres gak begitu sehat. Setelah meninggal saya lihat semuanya lebam-lebam, biru,” ujarnya. 

Dumaria merasa janggal dengan kematian suaminya, ia berharap kasus ini agar diusut seadil-adilnya.

“Saya minta seadil-adilnya karena suami saya pas dibawa baik-baik aja. Tapi kenapa pas meninggal suami saya dalam kondisi lebam-lebam, biru-biru?” ucapnya

image_print
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.