Sebab, biaya material proyek ini bisa aja tiba-tiba naik karena inflasi. Hal ini juga jadi pengaruh negatif terhadap reputasi Lippo itu sendiri.
Kedua harga. Kalau berbicara mengenai harga, Meikarta ini lumayan bikin bingung.
Karena awalnya grup Lippo ini punya rencana ingin membangun Meikarta dengan 100 tower, yang masing-masingnya sekira 35 sampai 40-an lantai.
Nah proyek ini tuh ada 250.000 unit apartemen. Tapi yang anehnya mereka tuh berani jual hunian di Meikarta waktu itu cuma sekira Rp 7 juta-an doang per meter persegi.
Itu artinya harga apartemen dibanderol mulai dari Rp 120 jutaan.
Kok bisa murah gitu loh? Banyak yang menilai itu tidak masuk akal.
Sejumlah pihak lantas memprediksi, pengembang Meikarta sengaja bakar duit di awal supaya banyak orang yang melirik dan investasi, agar kota baru itu tumbuh ramai dan kebentuk.
Setelah itu selang beberapa tahun take profit buat nutupin minus tadi. Makanya jarang banget model bisnis yang kayak gini tuh bisa berhasil dan bertahan lama.
Tapi masalahnya balik lagi, ketika Marta lagi garap proyeknya dan gencar jualan mereka tuh kebentur dengan masalah perizinan.


















































































































Komentar Terbaru