UPDATE

DIGITALEKONOMI

Kualitas Abal-abal, Dugaan Korupsi Tender Coretax Rp1,3 Triliun Sulit Ditutupi, KPK Tunggu Laporan Masyarakat

Kalau perlu, kata Huda, Suryo Utomo, Direktur Jenderal Pajak, sebaiknya mempertimbangkan untuk mundur dari jabatannya jika masih memiliki rasa malu terkait persoalan ini.

“Dirjen Pajak sudah sepatutnya juga mundur apabila masih memiliki rasa malu dan rasa bertanggung jawab terhadap problem ini. Meskipun masyarakat dipastikan tidak didenda, namun secara kerugian negara ada dampaknya ketika aplikasi yang sudah dibangun tidak dapat dimaksimalkan oleh masyarakat,” tegasnya.

Tak hanya itu, Huda juga menilai kinerja Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani patut dievaluasi. “Sri Mulyani juga patut dievaluasi terhadap kinerjanya di 100 hari Prabowo-Gibran,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah wajib pajak mengeluhkan layanan aplikasi pajak anyar bernama Coretax yang diinisiasi DJP Kementerian Keuangan. Padahal, aplikasi yang diluncurkan pada 1 Januari 2025 ini menelan investasi besar, sekitar Rp1,3 triliun.

Awalnya, kehadiran Coretax diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem administrasi perpajakan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Banyak wajib pajak kesulitan mengakses berbagai fitur penting dalam aplikasi tersebut, termasuk permintaan sertifikat digital dan pembuatan e-faktur.

Salah satu wajib pajak, dengan nama akun Budi, mengeluhkan hal ini di grup Facebook Konsultan Pajak. Ia menyebutkan bahwa selama edukasi, tidak ada penjelasan jelas mengenai alur registrasi, sehingga banyak wajib pajak kebingungan saat akan menggunakan Coretax.

Selain itu, Coretax mewajibkan penggunaan sertifikat digital untuk membuat faktur pajak, tetapi sistem gagal memprosesnya. Hal ini menghambat proses bisnis wajib pajak. Kegagalan layanan Coretax ini jelas merugikan wajib pajak, terutama jika terjadi kekeliruan dalam laporan pajak akibat kerusakan fungsi aplikasi tersebut.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.