“Jalan ini adalah salah satu akses utama masyarakat yang digunakan salah satunya untuk berwisata ke Tangse, seharusnya pemerintah tidak tutup mata dengan hal ini karena dengan ramainya pengunjung wisata makan akan memberikan kemakmuran juga untuk masyarakat setempat. Namun nyatanya secara tidak langsung pemerintah menutup pintu rezeki masyarakat,” ujarnya.
Hal ini menjadi sangat ironis, jika kecamatan yang kaya akan sumber daya alamnya harus hidup dengan akses jalan rusak yang sangat menghambat segala aktivitas.
Dan hal ini pula menjadi krusial mengingat bahwa jalan adalah aspek yang sangat penting bagi masyarakat, Dimana sebagian masyarakat roda ekonominya bergantung pada akses jalan tersebut.
“Saya berharap pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh dapat memberikan Solusi yang konkrit terhadap penyelesaian jalan rusak ini,” tutup Annas.


































































































Beri Komentar