“Kami tidak akan tinggal diam jika ada upaya perusakan terhadap situs-situs bersejarah seperti ini. TNI akan selalu hadir untuk melindungi kepentingan bangsa, termasuk nilai-nilai sejarah dan budaya lokal,” tambahnya.
Pangdam juga menuturkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Kebudayaan dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) untuk memastikan adanya langkah lanjutan dalam perlindungan situs tersebut, termasuk kemungkinan menjadikannya sebagai kawasan cagar budaya resmi.
“Pelestarian situs ini harus dilanjutkan dengan pendekatan terpadu, agar tidak hanya dilakukan penataan fisik, tetapi juga edukasi dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga sejarah,” ujar Pangdam.
Pangdam IM berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh sinergi antara TNI, masyarakat, dan pegiat sejarah dalam melestarikan warisan budaya bangsa. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situs-situs sejarah sebagai bagian dari kebanggaan lokal dan identitas nasional.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama, diharapkan kompleks makam kuno Raja Nagari Bihari dapat terus terjaga kelestariannya dan menjadi situs edukatif yang memberi pemahaman sejarah tentang kejayaan peradaban masa lalu di wilayah Aceh.[]



















































































































Komentar Terbaru