“Terhadap peristiwa ini, kami berpendapat bahwa persoalan kejelasan Ijazah Presiden RI ke-7 Joko Widodo bukanlah semata aspek hukum atau kasus kriminal, melainkan sudah menjadi skandal yang melibatkan banyak pihak; institusi negara, pendidikan, penyelenggara pemilu dan tokoh nasional, yang menyangkut reputasi, integritas, etika dan kepercayaan publik, dengan melibatkan juga dugaan adanya motif politik dan sensasi media yang sangat kuat,” papar Hasanuddin.
Bagi dirinya, skandal ini bisa saja dilakukan Joko Widodo atau sebaliknya, yakni oleh pihak lain yang mempersoalkan seperti Roy Suryo dan konco-koconya itu. Disebut skandal karena dinamika dan faktanya yang berubah-ubah, namun kegaduhannya konsisten dengan melibatkan persepsi publik dan banyak tokoh penting.
Skandal ini tidak semata peristiwa kriminal biasa, namun bisa jadi ada tindak pidana korupsi, penyalahgunaan kekuasaan dan wewenang, upaya menimbulkan keresahan publik serta mendelegitimasi citra wajah penegakan hukum pemerintahan yang saat ini sedang berjalan.
“Ini lebih banyak menimbulkan kontroversi daripada hasil hukum yang jelas dan berpotensi mendelegitimasi institusi penegak hukum dan pendidikan,” pungkasnya.































































































Beri Komentar