UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALEROPA

Eks Marinir TNI AL Satria Arta Kumbara Minta Pulang dari Rusia, Mohon Bantuan Prabowo

BANDA ACEH – Mantan prajurit Marinir TNI AL, Satria Arta Kumbara, mendadak menjadi perhatian publik usai unggahan videonya di akun TikTok pribadi.

Dalam video tersebut, ia menyampaikan keinginan untuk kembali ke Indonesia setelah ikut menjadi pasukan bayaran Rusia. Kisah ini memantik diskusi luas tentang status kewarganegaraan, loyalitas negara, dan nasib prajurit diaspora.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Satria saat ini diketahui berada di medan pertempuran di Ukraina. Dalam narasinya, ia secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Menteri Luar Negeri Sugiono. Kata kunci seperti mantan Marinir TNI AL, pasukan bayaran Rusia, status kewarganegaraan, permohonan maaf Satria, dan Presiden Prabowo menjadi sorotan utama.

@official.ntv

Satria Arta Kumbara, mantan prajurit Marinir TNI AL yang kini menjadi tentara bayaran Rusia dalam konflik Ukraina, mengutarakan keinginannya untuk kembali ke Indonesia. “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, yang terhormat Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, Wakil Presiden Bapak Gibran Rakabuming Raka, dan Bapak Menteri Luar Negeri, Bapak Sugiono,” ujar Satria pada kun social TikTok pribadinya pada Senin, 21 Juli 2025. Satria mengaku bergabung dengan pasukan Rusia karena tekanan ekonomi. Namun, ia menyesali keputusan tersebut. Ia pun berharap kontraknya dengan militer Rusia dapat dihentikan, dan status kewarganegaraannya sebagai WNI bisa dikembalikan. Menanggapi hal tersebut, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan HAM menyatakan bahwa status kewarganegaraan Satria Arta Kumbara telah gugur. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas.(tin) SatriaArtaKumbara tentarabayaran Maririnir TNIAL WNI Tentara konflik prabowo MenkummHAM beritaterkini nusantaratv nusantaratvsahabatkita

♬ original sound – official.ntv – official.ntv

Permintaan Maaf Langsung kepada Presiden dan Wakil Presiden

Dalam pernyataan terbuka yang disampaikan lewat TikTok, Satria memulai dengan sapaan kepada para pemimpin negara. Ia mengaku menyesal karena ketidaktahuannya dalam menandatangani kontrak militer dengan Rusia yang menyebabkan status kewarganegaraan Indonesia-nya dicabut. Ia meminta maaf sedalam-dalamnya atas kesalahan yang menurutnya tidak disengaja.

“Mohon izin Bapak. Saya ingin memohon maaf sebesar-besarnya apabila ketidaktahuan saya, menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia mengakibatkan dicabutnya warga negara saya,” kata Satria. Kata-kata kunci seperti mantan Marinir TNI AL, status kewarganegaraan, dan Presiden Prabowo muncul di setiap pernyataan pentingnya.

Klaim Tidak Pernah Berniat Mengkhianati Negara

Satria juga menegaskan bahwa ia tidak pernah sedikitpun berniat mengkhianati tanah air. Ia datang ke Rusia semata-mata untuk mencari nafkah, bukan untuk tujuan Politik maupun militer yang merugikan Indonesia. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa niat awalnya murni demi penghidupan.

“Mohon izin Bapak, saya tidak pernah mengkhianati negara sama sekali,” ujar Satria. “Karena saya niatkan datang ke sini (Rusia) hanya untuk mencari nafkah. Wakafa Billahi, cukuplah Allah sebagai saksi.” Di sini, frasa pasukan bayaran Rusia dan status kewarganegaraan terus dikaitkan dengan kisahnya.

Harapan agar Dapat Kembali Menjadi Warga Negara Indonesia

Satria menyesali langkah yang diambilnya karena berdampak besar pada status kewarganegaraan yang dianggapnya tak ternilai. Ia menyebut bahwa status sebagai warga Indonesia adalah sesuatu yang tidak dapat diukur dengan materi. Ia pun berharap pemerintah membantunya memutus kontrak militer dengan Rusia dan memulihkan kewarganegaraannya.

image_print

1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.