UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALPALESTINA

Detik-detik Penenggelaman Israel Telah Tiba

Firaun memutuskan untuk mengejar lalu menumpas mereka hingga punah. Disiapkan pasukan dengan senjata lengkap untuk mengejar mereka, dan Firaun ikut turun – barangkali untuk lebih memuaskan dendam. Tatkala Musa as dan pengikutnya sudah tampak dari kejauhan, Firaun makin yakin hari kemenangan gemilang itu akan segera tiba. Bahkan ketika tiba-tiba laut terbelah, lalu menjadi jalur pelarian bagi Bani Israel, Firaun sudah kadung nafsu. Tanpa ragu ia memutuskan untuk mengejar, dengan mengabaikan resiko jika laut itu kembali menutup. Ia sudah lupa daratan, terlalu berambisi untuk menghabisi lawan. Persis seperti Netanyahu.

Ketika kedua kelompok (barisan Musa a.s. dan barisan Firaun) itu saling melihat, para pengikut Musa berkata, “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.” 62. Dia (Musa) berkata, “Tidak! Sesungguhnya Tuhanku bersamaku. Dia akan menunjukiku.” 63. Lalu, Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah laut dengan tongkatmu itu.” Maka, terbelahlah (laut itu) dan setiap belahan seperti gunung yang sangat besar. 64. Di sanalah Kami dekatkan jarak dengan kelompok yang lain (Firaun dan bala tentaranya). 65. Maka Kami selamatkan Musa dan semua orang yang bersamanya. 66. Kemudian, Kami tenggelamkan kelompok yang lain (Firaun dan bala tentaranya). 67. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. (Asy-Syu’ara’/26:61-67)

Kondisi psikologis para pemimpin Israel saat ini mirip dengan kondisi psikologis Firaun dan para pejabatnya saat itu. Sama-sama sedang dimabuk nafsu melampiaskan dendam kesumat. Pencapaian 75% penguasaan wilayah Gaza itu sungguh sayang jika dihentikan. Seolah Allah sedang mengundang Israel untuk masuk dalam jebakan yang akan menenggelamkan mereka semua. Mereka sedang berada di puncak optimisme kemenangan gemilang, padahal dalam rencana taqdir Ilahi, mereka sejatinya sedang berjalan menuju jurang kebinasaan.

Benar saja, ketika Firaun terlalu bernafsu dan mengabaikan resiko laut akan menutup kembali, mareka akhirnya benar-benar digulung laut tersebut. Kita yakin, nafsu para pemimpin Israel untuk menghabisi Gaza dengan mengabaikan peringatan dari seluruh dunia bahkan dari rakyatnya sendiri yang khawatir akan kematian para sandera tersisa, pasti haqul yaqin akan berakhir menjadi malapetaka kehancuran buat Israel. Sebuah sunnatullah yang pasti akan terulang, “dan kamu tidak akan mendapati sunnatullah itu berubah” – wa lan tajida lisunnatillahi tabdila.

Mengapa kita berani menyimpulkan dengan begitu yakin, tak ada keraguan sedikitpun? Jawabannya, karena perilaku rezim Israel terhadap pribumi pemilik tanah sama persis dengan perilaku Firaun terhadap Bani Israel zaman itu. Umat Islam Palestina pemilik sah tanah, lalu dibantai dan diusir dengan tanpa kesalahan. Semua kezaliman yang dilakukan Firaun saat itu, sama persis dilakukan oleh Israel hari ini, bahkan lebih parah. Pertarungan antara kaum zalim melawan kaum tertindas jika kaum tertindasnya sabar dan istiqamah di atas kebenaran, pasti akan diberi kemenangan oleh Allah. Ini merupakan sunnatullah yang tak akan pernah berubah.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4 5

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.