UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALPALESTINA

Detik-detik Penenggelaman Israel Telah Tiba

Dan jika kita bahas sunnatullah ini dari sisi berbeda – sisi korban – juga akan menghasilkan kesimpulan yang sama. Simak ayat ini: Sehingga, apabila para rasul tidak memiliki harapan lagi (putus asa) dan meyakini bahwa mereka benar-benar telah didustakan, datanglah kepada mereka pertolongan Kami, lalu diselamatkanlah orang yang Kami kehendaki. Siksa Kami tidak dapat ditolak dari kaum pendosa. (Yusuf/12:110)

Ayat ini merupakan narasi sunnatullah yang pasti akan terjadi. Sunnatullah yang berlaku pada orang yang mengusung kebenaran – ayat ini melambangkannya dengan rasul. Ketika para rasul sampai pada jalan buntu, tak tahu harus melakukan apa dalam menghadapi kaumnya yang mendustakan mereka dan menebar teror, barulah pertolongan Allah akan turun. Titik buntu itu disebut dengan titik putus asa oleh ayat. Jika sudah sampai titik itu, terjadilah ending yang dramatis; kezaliman hancur dan kebenaran menang.

Gaza yang sudah 75% dikuasai Israel, kelaparan kian parah, nyaris seluruh bangunan sudah hancur, para pejuang sudah kelelahan berperang, senjata kian menipis, dan bantuan dari negeri-negeri Arab juga makin menjauh, tak ada yang bisa membantah bahwa inilah kondisi jalan buntu itu. Allah memang menunggu perjalanan para pengusung kebenaran untuk sampai titik buntu, tatkala analisa akal sudah mentok dan semua upaya rasanya sudah tak ada hasil. Nah jika kondisi ini sudah tercapai, pertolongan Allah akan datang dengan ajaib dan dramatis, semua mata dengan mudah akan melihat gambar kuasa Allah tersebut.

Kita yakin – haqqul yaqin – dengan sunnatullah ini. Karena memang sunnatullah ini sudah pernah terjadi. Yaitu pada Musa as, yang meyakini sunnatullah ini tanpa ragu sedikitpun. Lihatlah tatkala Musa as dikomplain oleh pengikutnya dengan kalimat yang tersirat nada keputus-asaan. Komplain ini terjadi saat Musa as bersama pengikutnya eksodus dari Mesir. Ketika kedua kelompok (barisan Musa as yang dikejar dan barisan Firaun yang mengejar) itu saling melihat, para pengikut Musa as berkata, “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.” (lihat ayat 61 di atas)

Kalimat “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul” menyiratkan nada memelas, bahwa kita pasti akan ditangkap semua. Sementara track-record kebengisan Firaun sudah terkenal. Ia pasti akan membantai dengan tanpa belas kasihan kepada semua yang tertangkap tanpa kecuali. Pasti ia melakukannya dengan brutal tanpa peri kemanusiaan. Sungguh bayang-bayang horor yang mengerikan.

Lalu bagaimana Musa as menjawab “curhat” pengikutnya tersebut? Inilah jawabannya, yaitu di ayat 62. Dia (Musa) berkata, “Tidak! Sesungguhnya Tuhanku bersamaku. Dia pasti akan menunjukiku (jalan keluarnya).”.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4 5

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.