UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALPALESTINA

Detik-detik Penenggelaman Israel Telah Tiba

Musa as seorang pemimpin yang tangguh, yakin dan pemberani. Kalimat pengikutnya itu tak membuatnya terpengaruh, lalu menjadi gentar. Tapi ia balikkan dengan nada optimisme. Bukan hanya optimisme bombastis tanpa dasar, tapi dasarnya sangat jelas: Keyakinan bulat secara aqidah akan pertolongan Allah karena ia berada di jalan yang benar. Bahwa Allah tak akan membiarkannya dihinakan oleh Firaun, pasti akan Allah tolong, meski entah dengan cara apa dan waktunya kapan. Soal cara dan waktu itu bukan urusan kita, tapi urusan Allah. Urusan kita hanya berusaha dan yakin.

Ternyata keyakinan Musa as terbukti. Dengan cara yang menakjubkan, di waktu yang akurat, tak lebih tak kurang. Andaikan waktunya telat dalam membelah laut, keburu kesusul Firaun. Andaikan telat dalam menutup kembali, Firaun dan bala tentaranya keburu sampai daratan. Andaikan terlalu cepat dalam menutup, rombongan Musa as belum lagi sampai daratan akhirnya malah tenggelam. Karena itu, biarkan Allah tentukan kapan waktunya dan bagaimana caranya. Urusan kita hanya berusaha – maksudnya meladeni perang lawan rezim Israel – lalu yakin akan ditolong oleh Allah.

Kali Ini Rasanya Sudah Sampai Titik Itu

Kita yang menyaksikan perang Gaza dari hari ke hari hingga hampir dua tahun, selalu bertanya-tanya dalam hati, “Kapan drama ini akan berakhir?”. Juga pertanyaan, “Bagaimana bentuk kehancuran Israel, dan bagaimana kemenangan Gaza?”. Semuanya menggelayut sulit dibayangkan.

Jika mengikuti sunnatullah yang diterangkan ayat di atas:

Sehingga, apabila para rasul tidak memiliki harapan lagi (putus asa) dan meyakini bahwa mereka benar-benar telah didustakan, datanglah kepada mereka pertolongan Kami, lalu diselamatkanlah orang yang Kami kehendaki. Siksa Kami tidak dapat ditolak dari kaum pendosa. (Yusuf/12:110)
Maka ada dua tanda akan datangnya pertolongan Allah yang akan memenangkan rasul-Nya dan menghancurkan musuh-Nya.

Pertama: Para Rasul sampai pada titik putus asa. Ini rasanya sudah terpenuhi di Gaza. Sudah nyaris mati kelaparan atau mati karena pembantaian. Keluar tidak bisa, yang dari luar juga tidak bisa masuk. Benar-benar killing zone.

Kedua: Mereka benar-benar telah didustakan. Maksudnya, disalahkan. Bahkan dihujat. Kondisi ini ternyata juga sudah terjadi, belum lama ini.

Berikut ini kutipan berita CNN Indonesia:

Sejumlah negara Arab termasuk Qatar, Mesir dan Arab Saudi untuk pertama kalinya mengecam serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 lalu. Negara-negara tersebut juga meminta Hamas melucuti senjata dan mengakhiri kekuasaan mereka di Gaza.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4 5

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.