Fadavi mengungkapkan, pada hari-hari pertema peperangan, terjadi komunikasi antara pemipin kawasan dan Israel. Namun setelah perang berlangsung beberapa hari, situasi peperangan berpihak pada Iran.
Mengingatkan miskalkulasi musuh, Fadavi menegaskan, “Jika tren ini berlanjut, mereka akan segera menyadari gravitasi dari kesalahan mereka.”
Fadavi menambahkan, bahwa melintasnya rudal-rudal Iran di langit Irak lalu menghantam titik-titik kritis di Israel selama perang 12 hari mendemonstrasikan kemenangan Iran. Dia juga mengatakan, sejak Republik Islam Iran berdiri pada 1979, “Permusuhan dari kekuatan arogan global, khususnya AS dan sekutunya, telah muncul setiap hari terhadap Republik Islam Iran.”
Pada Kamis (26/6/2025), Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mendeklarasikan kemenangan Iran atas Israel setelah perang yang berlangsung selama 12 hari sejak 18 Juni 2025. Dia juga mengatakan bahwa Teheran yakin telah memenangkan konfrontasi dengan Washington, menyusul serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran.
Israel dilaporkan khawatir atas meningkatnya kerja sama militer antara Iran dan China. Seperti laporan Yedioth Ahronoth dilansir the Cradle, Jumat (15/8/2025), kekhawatiran di kalangan elite Israel itu muncul terkait kerja sama Iran dan China dalam hal produksi rudal jarak jauh dari darat-ke-darat.
Dalam laporan Yedioth Ahronoth juga disebutkan bahwa badan-badan intelijen Barat, khususnya Eropa mengawasi dengan seksama kerja sama antara Teheran dan Beijing itu.
“Kami tidak tahu niat China, dan kami telah mengirim pesan jelas kepada mereka, tapi Beijing tidak mengonfirmasi bahwa mereka berniat memasok Iran dengan rudal darat-ke-darat,” ujar pejabat Israel dikutip Yedioth Ahronoth.
Menurut laporan, China “saat ini sedang membangun kembali kemampuan rudal Iran.” Pada akhir Juli, Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat (AS), Yechiel Leiter, mengingatkan, bahwa terdapat tanda-tanda ‘meresahkan’ dari dukungan China terhadap upaya Iran membangun kembali dan merestok rudal-rudal mereka pascaperang 12 hari melawan Iran pada Juni.
“Ada lalu lintas yang mengganggu kami.. dan kami ingin memastikan bahwa kami tidak berurusan dengan (senjata) kimia dan kemampuan (Iran) untuk menyusun kembali program rudal balistik,” kata Leiter dalam wawancara dengan Voice of America.



















































































































Komentar Terbaru