Ketiga, jebakan represif aparat yang justru semakin memperuncing konflik.
“Jika Prabowo tidak segera mengambil langkah tegas, ia bisa masuk ke pusaran jebakan ini. Kuncinya ada pada keberanian melakukan reposisi terhadap kabinet, reposisi di tubuh kepolisian, dan mengendalikan jalannya DPR,” ujar Amir.
Prabowo, menurut pengamat, menghadapi tantangan berat. Ia harus menavigasi pemerintahan yang diwarnai infiltrasi kekuatan lama, sekaligus menjaga stabilitas publik yang mudah tersulut oleh isu-isu sosial dan ekonomi.
“Prabowo tidak boleh membiarkan dirinya diposisikan sebagai Soeharto baru. Rakyat sudah belajar dari sejarah. Jika kondisi ini dibiarkan berlarut, maka jatuhnya Prabowo bukan karena oposisi, melainkan karena jebakan dari dalam, jebakan Geng Solo,” pungkas Amir Hamzah.






























































































Beri Komentar