UPDATE

OPINI
OPINI

Publik Bergolak, Prabowo Tampak Sebatang Kara

Pertanyaannya, kenapa driver Ojol yang dilindas? Skenario siapa? Langit?

Sebab Ojol adalah organisasi yang diikat oleh rasa senasib-sependeritaan, digerakkan oleh emosi akibat ketidakadilan ekonomi dan sosial. Karena itu solidaritas sesama driver Ojol luar biasa kuatnya. Banyak kejadian yang menjelaskan soal ini.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Saya tidak terlalu yakin akan menyulut gerakan masif jika yang dilindas secara buas oleh rantis Brimob itu mahasiswa, bahkan jika menewaskan belasan orang.

Memang selama 10 tahun di bawah rezim Joko Widodo polisi diarahkan menjadi tentakel kekuasaan. Setiap yang berbeda dengan rezim (Jokowi) dipandang sebagai musuh negara. Instrumen hukum (KUHPidana) diada-adakan untuk menjerat dan memenjarakan orang-orang yang dituduh berseberangan.

Meskipun tidak semasif Kepolisian RI, kejaksaan dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) sebenarnya juga terasa seperti ormas Jokowi Mania (Joman) yang menganggap Joko Widodo adalah “simbol negara” yang layak dijaga kesakralannya. Maka kejahatan jenis apa pun, jika itu terkait dengan “jaringan Solo” mereka tutup mata tutup kuping.

Prabowo Subianto, yang dibuatkan jalan tol menuju Istana Kekuasaan oleh Joko Widodo asal nuntun anaknya sebagai wakil, dan kini benar-benar jadi Presiden RI, mewarisi aparatus hukum negara yang compang-camping dengan aroma tetap “Jokowi Mania”.

Persoalannya ketika Joko Widodo lengser, secara tak terduga bangkit kesadaran sosial di masyarakat yang membuat rakyat siuman dan merasa selama 10 tahun ini ternyata ditipu habis-habisan rezim Widodo.

APBN berantakan sehingga harus dilakukan desentralisasi fiskal. Kepala daerah terpaksa menaikkan pajak (PBB) yang menyekik rakyat. “Mereka yang bikin rusak kenapa kami yang harus nanggung risikonya?” Begitu kata masyarakat di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang memelopori bangkitnya kekuatan rakyat (people power).

Keamburadulan yang ditinggalkan Joko Widodo nyaris terjadi di semua sektor pemerintahan. Paling mencolok adalah korupsi, karena dunia internasional (OCCRP) memosisikan Joko Widodo di deretan pemimpin paling korup di muka bumi (2024).

Pada saat hampir bersamaan Bank Dunia mengabarkan pasca Joko widodo Indonesia menjadi Negara Berpenduduk Miskin Terbanyak di dunia: 193,8 juta jiwa dari total 285,1 juta.

Prabowo Gagal Ubah Persepsi

Menarik dicatat adalah kemauan keras Prabowo untuk ngubah persepsi dirinya yang berbeda dengan Joko Widodo, pendahulunya. Pidato pelantikan yang heroik pada 20 Oktober 2024 di Gedung Parlemen menjelaskan tekadnya yang kuat untuk berbeda.

image_print

1 2 3 4

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.