BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, SE melantik 92 pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh, Senin (3/11/2025), di Aula Balai Kota.
Para pejabat yang dilantik terdiri atas 38 pejabat eselon IIIa, 53 pejabat eselon IIIb, dan satu pejabat eselon IVb, berdasarkan SK Wali Kota Banda Aceh Nomor 800.1.3.3/1395/2025.
Salah satu pejabat yang mendapat amanah baru adalah Wirzaini Usman, yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Pengembangan Syariah pada Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh.
Pelantikan ini menjadi momen menarik karena Wirzaini kembali bekerja di bawah kepemimpinan Illiza, keduanya pernah berkolaborasi pada masa pemerintahan 2014–2017, saat Illiza menjabat Wali Kota dan Wirzaini bertugas sebagai Kepala Bagian Humas Setda Kota Banda Aceh.
Kala itu, Wirzaini dikenal aktif memperkuat komunikasi publik dan mengangkat citra kota sebagai “Islamic Smart City” sejalan dengan visi kepemimpinan Illiza yang menekankan nilai-nilai Islami dalam tata kelola pemerintahan.
Kini, dengan posisi barunya, Wirzaini berkomitmen melanjutkan semangat tersebut dalam memperkuat implementasi syariat Islam di Banda Aceh.
“Ini amanah yang besar. Kami akan berupaya menghadirkan program pengembangan syariah yang lebih nyata dan adaptif dengan kebutuhan masyarakat, terutama generasi muda,” ujar Wirzaini usai pelantikan.
Ia menambahkan, pihaknya akan berfokus pada kolaborasi lintas sektor agar penerapan syariat tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga produktif dan berdaya guna dalam pembangunan kota.
Dalam sambutannya, Wali Kota Illiza menegaskan bahwa pelantikan pejabat kali ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan bagian dari penyegaran birokrasi untuk menjawab tantangan zaman.
“Ini adalah momentum penguatan tata kelola pemerintahan agar lebih adaptif, efisien, dan berorientasi pada hasil,” ujarnya.
Illiza menekankan arah pembangunan lima tahun ke depan yang tertuang dalam RPJM 2025–2029 dengan visi besar Banda Aceh Kota Kolaborasi.
“Kemajuan kota tidak bisa dicapai pemerintah saja, tapi melalui kolaborasi semua unsur pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya percepatan transformasi digital birokrasi melalui SPBE dan open government.
“Masyarakat kini menilai kinerja pemerintah bukan dari banyaknya kegiatan, tetapi dari dampak nyata dan kemudahan pelayanan,” tegasnya.
Selain itu, Illiza menyinggung sejumlah agenda prioritas Pemko Banda Aceh, mulai dari penataan keuangan daerah agar lebih efisien, peningkatan PAD, penguatan layanan dasar publik di sektor pendidikan dan kesehatan, hingga pengendalian inflasi dan dukungan terhadap UMKM lokal.
“Kita juga harus terus memperkuat karakter religius dan penerapan syariat Islam sebagai ruh pembangunan Banda Aceh,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Illiza mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Mari kita bekerja dengan hati, melayani dengan ikhlas, dan menjadikan setiap keputusan sebagai ibadah kepada Allah SWT,” tutupnya.



















































































































Komentar Terbaru