“Pemulihan pascabencana bukan hanya soal menyelesaikan pekerjaan, tetapi memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara cepat. Titik distribusi bahan makanan yang masih terhambat harus benar-benar dicek agar tidak mengganggu stok pangan masyarakat Aceh,” tegas Safrizal.
Safrizal menambahkan, pemerintah juga memastikan kelancaran distribusi pangan, ketersediaan air bersih untuk kebutuhan minum dan bersuci, dukungan sandang, serta percepatan pemindahan pengungsi dari tenda ke hunian sementara.
“Seluruh pekerjaan harus dilakukan secara paralel, mulai dari jalan dan jembatan, normalisasi sungai, tanggul, listrik, hingga komunikasi. Integrasi dan kolaborasi lintas K/L di bawah kepemimpinan Menteri Dalam Negeri sebagai Ketua Satgas Nasional menjadi kunci agar pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Satgas DPR RI menegaskan pentingnya memastikan tidak ada lagi wilayah yang terisolir. Pemerintah pusat melalui kementerian/lembaga terkait berkomitmen mengawal seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi secara berkelanjutan, termasuk pembangunan hunian sementara dan penyediaan air bersih bagi warga, agar pemulihan pascabencana benar-benar mendorong Aceh bangkit.
Rapat ini diikuti antara lain oleh Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kemendikdasmen, Kementerian Perhubungan, Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kementerian Keuangan, Kementerian PPPA, BP BUMN, Satgas Darurat Jembatan, unsur TNI, BUMN, serta pemerintah daerah. Pertemuan ini bertujuan memperoleh pembaruan progres pemulihan dari masing-masing penanggung jawab lintas sektor. []


















































































































Komentar Terbaru