“Saya berkomitmen membangun kerja Dewan HAM yang lebih efektif, inklusif, dan dapat diakses oleh semua pihak,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan komitmen untuk menciptakan ruang yang inklusif dan saling menghormati, dengan penekanan pada pencegahan diskriminasi, promosi kesetaraan gender, serta peningkatan partisipasi negara kurang berkembang (LDCs) dan negara kepulauan kecil (SIDS).
Indonesia akan melanjutkan agenda efisiensi dan rasionalisasi kerja Dewan HAM yang telah dirintis oleh Presiden sebelumnya, Duta Besar Jurg Lauber.
Terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB 2026 dinilai memperkuat posisi Jakarta sebagai aktor kunci dalam diplomasi multilateral, sekaligus mencerminkan kepercayaan komunitas internasional terhadap peran Indonesia sebagai penyeimbang dan bridge builder dalam isu-isu HAM global.
































































































Beri Komentar