Mereka mencoba menjual drone kepada insinyur Tunisia Mohamed Zouari. Namun, pada Desember tahun yang sama, Zouari dibunuh oleh Mossad di Tunisia dalam serangan terhadapnya di dalam mobilnya. Pengadilan Tunisia kemudian menuduh 18 orang terlibat dalam pembunuhan tersebut.
Kasus ini menunjukkan betapa jaringan perdagangan yang dibangun Budak Derya dan Karimoglu tidak hanya untuk mengumpulkan intelijen, tetapi juga menjadi bagian dari operasi pembunuhan bertarget Mossad.
Tes Pendeteksi Kebohongan dan Sistem Terenkripsi
Mossad menyediakan sistem komunikasi terenkripsi kepada Budak Derya untuk menjaga keamanan operasi. Namun, kepercayaan harus diuji. Investigasi mengungkapkan bahwa Derya menjalani dua tes pendeteksi kebohongan terpisah, satu pada tahun 2016 di sebuah negara Asia, dan yang lainnya pada Agustus 2024 di sebuah hotel di Eropa.
Setelah ia lulus kedua tes tersebut, operasi memasuki tahap yang jauh lebih canggih. Derya diberi tugas memotret nomor seri dan alamat komputer Mac, informasi teknis kartu SIM, serta modem dan router yang diperolehnya dari Turki dan negara lain, semua untuk diserahkan kepada Mossad.
Rencana Ambisius: Markas Mossad di Turki
Pertemuan terakhir yang diadakan pada Januari 2025 mengungkap ambisi sebenarnya dari operasi ini. Sebuah rencana telah disusun untuk membuat perusahaan fiktif di bawah pengawasan Budak Derya, dengan tujuan menyusup ke rantai pasokan perdagangan internasional.
Perusahaan ini akan mengelola pembelian, pengemasan, penyimpanan, dan pengiriman produk ke konsumen akhir atas nama Mossad, melalui tiga perusahaan yang beroperasi di Asia. Langkah-langkah lain yang dibahas termasuk membuka rekening bank untuk perusahaan cangkang, membuat situs web, dan akun media sosial.
Dengan kata lain, Mossad berupaya mendirikan organisasi yang berafiliasi dengannya dengan pusat operasi di Turki, sebuah langkah strategis yang akan memberi mereka akses luas ke wilayah Timur Tengah, Eropa, dan Asia. Operasi intelijen Turki berhasil menggagalkan rencana tersebut tepat waktu.
Metode Hizbullah: Pager dan Walkie-Talkie Peledak
Investigasi juga mengungkap kesamaan metode yang digunakan dalam operasi ini dengan serangan Mossad terhadap Hizbullah Lebanon. Dengan menyusup ke perusahaan manufaktur dan pemasok, Mossad berhasil mengirimkan perangkat pager dan komunikasi nirkabel yang di dalamnya ditanami alat penyadap dan bahan peledak.
Serangan ini pada tahun 2024 mengakibatkan pembunuhan dan melukasi ratusan anggota Hizbullah serta elemen Iran yang terkait dengannya. Pola operasi yang sama, infiltrasi rantai pasokan untuk tujuan intelijen dan pembunuhan, terlihat jelas dalam rencana yang digagalkan di Turki.

















































































































