Rismon juga menyebut kini dapat melihat watermark dan emboss pada dokumen tersebut, yang sebelumnya tidak berhasil ia temukan.
Sementara terkait hologram, ia mengakui bahwa pada ijazah tersebut memang tidak terdapat fitur tersebut.
Ia kemudian membandingkan dokumen itu dengan ijazah milik saksi lain dalam persidangan.
“Setelah itu saya melanjutkan dengan apa yang dimiliki oleh Pak Rujito yang menjadi saksi di sidang CLS. Saya temukan konsisten pada pola watermark dan emboss. Dan tidak ditemukan hologram. Saya tanyakan apakah benar ada hologram di ijazah yang ditunjukkan menjadi bukti sidang CLS. Bang Andhika mengatakan salah. Sepertinya itu salah penyebutan. Yang dinyatakan hologram adalah embos. Ketika di-center embos yang terlihat semakin tegas bukan hologram. Fitur yang tadi disebutkan tadi itu membuat saya meyakini temuan baru saya tersebut,” jelasnya.
Upaya Damai
Pengacara Rismon, Jahmada Girsang, menjelaskan bahwa kedatangan mereka ke rumah Jokowi memang bertujuan menyelesaikan perkara secara damai.
“Jadi tadi yang diterima pertama adalah klien saya Rismon beberapa menit sebelum saya. Karena saya menyusun makanan yang kita bawa. Pertemuan tadi adalah bersahabat dan itu tujuan kita. Dan tujuannya tentu menyelesaikan perkara ini khususnya Rismon dengan Pak Jokowi. Atas laporan Pak Jokowi 30 April,” ungkapnya.
Menurut Jahmada, salah satu syarat utama dalam mekanisme Restorative Justice adalah adanya kesepakatan saling memaafkan antara kedua pihak.
Hal tersebut, kata dia, telah disampaikan secara langsung maupun tertulis.
“Apa syarat-syaratnya oleh sebab itu saya hadir untuk menjelaskan itu. Sebenarnya semua sudah jelas. Syarat untuk mekanisme Restorative Justice harus ada saling maaf-memaafkan. Tentu kita tadi sudah sampaikan. Dan kita sudah sampaikan secara tertulis. Nanti akan dilanjutkan kembali hanya untuk administrasinya,” tuturnya.
Sudah Tertawa
Jahmada menuturkan pertemuan dengan Jokowi berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Ia optimistis proses penyelesaian perkara secara damai dapat segera tercapai.
“Cukup bersahabat. Sudah ketawa di dalam. Menjelang puasa seperti ini. Benar-benar seperti yang kita harapkan. Kita diterima secara pribadi oleh Pak Jokowi,” terangnya.
Direspons dokter Tifa
Peneliti dan penulis, Tifauzia Tyassuma atau yang dikenal dengan Dokter Tifa memberikan respons setelah rekan seperjuangannya membongkar dugaan ijazah palsu Jokowi, Rismon Hasiholan Sianipar, menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo terkait kekeliruan analisis dalam buku Jokowi’s White Paper.





























































































Beri Komentar