UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALTIMUR TENGAH

3.500 Marinir AS Tiba dan Siap Perang Darat Berminggu-minggu, Iran: Mendekatlah, Kami Kubur Kalian!

Bagi para marinir yang baru tiba, kepastian adalah kemewahan.

Di atas kapal-kapal perang yang panas, mereka menanti perintah yang bisa mengubah peta sejarah dunia dalam semalam.

Ketegangan ini bermula sejak Operasi Epic Fury dilancarkan pada akhir Februari lalu, yang telah menewaskan tokoh-tokoh kunci Iran dan memicu serangan balasan drone yang melukai ratusan tentara AS.

Hingga kini, lebih dari 300 tentara AS menderita cedera otak traumatis (TBI), sebuah fakta yang menunjukkan betapa mahalnya harga yang harus dibayar dalam konflik ini.

Dunia Menahan Napas di Selat Hormuz

Fakta sebelumnya menunjukkan bahwa setiap kali ketegangan di Selat Hormuz meningkat, harga minyak dunia melonjak dan kecemasan global memuncak.

Jika operasi darat benar-benar meletus, jalur navigasi ini dipastikan akan menjadi zona perang aktif yang melumpuhkan distribusi energi ke Asia dan Eropa.

Kini, dunia hanya bisa menatap ke arah kapal-kapal USS Tripoli yang bersiaga.

Di antara debu padang pasir dan asinnya air laut Teluk, nasib jutaan warga sipil Iran dan ribuan tentara Amerika kini bergantung pada satu tanda tangan di meja Oval Office.

Iran: Mendekatlah, Kami Kubur Kalian!

Iran secara terbuka mengeluarkan peringatan keras sekaligus tantangan kepada Amerika Serikat setelah mengerahkan ribuan tentara dari pasukan elite, baik dari marinir maupun rencananya juga dari divisi lintas udara Amerika Serikat.

Ali-Akbar Ahmadian, pejabat pertahanan senior sekaligus penasihat utama Pemimpin Tertinggi Iran, menegaskan bahwa pihaknya tidak sedang menggertak.

Ia mengatakan Angkatan Bersenjata Iran telah mempersiapkan diri selama dua dekade untuk momen konfrontasi langsung dengan militer AS di darat seperti ini. 

Melalui pesan singkat namun mengerikan di platform X, Ahmadian menuliskan satu pesan untuk tentara Amerika.

“Datanglah Lebih Dekat,” kata Ahmadian dilansir dari Tasnim News.

Pernyataan Ahmadian memang bukan sekadar gertakan kosong. 

Ia mengungkapkan bahwa Iran telah melatih pasukannya dalam strategi perang asimetris selama lebih dari 20 tahun.

Strategi ini dirancang khusus untuk menghadapi kekuatan militer besar seperti Amerika Serikat di wilayah-wilayah yang telah ditentukan.

“Kami telah menunggu kedatangan Amerika di wilayah-wilayah tertentu,” tulis Ahmadian.

Ia menunjukkan tingkat kepercayaan diri militer Iran yang tinggi dalam menghadapi potensi serangan darat.

“Selama lebih dari dua dekade, kami telah berlatih untuk momen ini. Dengan strategi perang asimetris,” tambahnya.

Peringatan ini muncul setelah adanya laporan bahwa para perencana militer AS telah mempresentasikan opsi operasi darat kepada Presiden Donald Trump.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.