UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALTIMUR TENGAH

3.500 Marinir AS Tiba dan Siap Perang Darat Berminggu-minggu, Iran: Mendekatlah, Kami Kubur Kalian!

Langkah ini disebut-sebut sebagai kartu terakhir jika kampanye pengeboman udara gagal mencapai target strategis Washington.

Sumber internal menyebutkan bahwa ribuan tentara Amerika kemungkinan akan dikerahkan ke tanah Iran demi mengakhiri konflik dan mencapai tujuan utama AS.

Namun, Teheran dengan tegas membalas bahwa setiap jengkal tanah mereka akan berubah menjadi “kuburan” bagi tentara asing yang berani menginjakkan kaki.

“Kami siapkan kuburan bagi tentara AS,” kata Ali.

Menanggapi laporan tentang pengerahan pasukan Amerika, Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menegaskan kembali tekad negara untuk melindungi kedaulatannya.

“Kami memantau dengan cermat semua pergerakan AS di wilayah tersebut, terutama pengerahan tentara mereka,” kata Qalibaf dalam sebuah unggahan di akun X-nya pada hari Rabu.

“Apa yang telah dihancurkan oleh para jenderal (AS), para tentara tidak dapat memperbaikinya; sebaliknya, mereka hanya akan menjadi korban ilusi Netanyahu,” tambahnya.

“Jangan menguji tekad kami untuk membela tanah air kami,” kata Ketua Parlemen kepada para pejabat AS.

Sebelumnya Pentagon dilaporkan tengah bersiap mengerahkan setidaknya 1.000 pasukan elite dari Divisi Airborne ke-82 ke Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan, seperti dilansir AP News, Rabu (25/3/2026).

Kabar ini menurut AP News bersumber dari pejabat AS yang meminta anonimitas karea menandai eskalasi serius dalam keterlibatan militer AS di wilayah tersebut.

Pengerahan ini mencakup satu batalyon dari 1st Brigade Combat Team, lengkap dengan sang komandan divisi, Mayjen Brandon Tegtmeier, beserta stafnya.

Divisi ke-82 Airborne, yang berbasis di Fort Bragg, North Carolina, dikenal sebagai pasukan respons darurat utama Angkatan Darat AS.

Mereka dilatih secara khusus untuk terjun payung ke wilayah musuh yang diperebutkan guna merebut dan mengamankan objek vital seperti bandara.

Pengerahan pasukan elite ini menyusul pengiriman ribuan Marinir AS sebelumnya, yang dilatih untuk misi pendukung kedutaan, evakuasi sipil, dan bantuan bencana.

Langkah ini menambah jumlah total pasukan AS di kawasan tersebut yang diperkirakan sudah mencapai 50.000 personel.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.