BANDA ACEH – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Mirza Tabrani, melantik pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) untuk masa bakti 2026 di Aula Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USK, Banda Aceh, Jumat, 24 April 2026.Adapun yang menjabat sebagai Ketua BEM USK tahun 2026 adalah M. Ruhdi Anugrah dari Fakultas Hukum, dengan Wakil Ketua M. Nazar dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Sementara itu, Ketua DPM dijabat oleh M. Alfhat Gifari dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BEM USK 2026, M. Ruhdi Anugrah, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa amanah ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk membawa manfaat bagi mahasiswa, masyarakat, dan bangsa.
“Ini bukan titik akhir, tetapi amanah yang harus kami bawa dengan penuh tanggung jawab. Kami ingin menghadirkan gerakan yang lebih berdampak dan bermanfaat bagi banyak orang,” ujarnya.Ruhdi juga memperkenalkan konsep Kabinet Akselerasi sebagai arah gerak BEM USK 2026. Menurutnya, kabinet ini hadir sebagai respons terhadap dinamika perubahan yang semakin cepat, dengan tujuan mendorong gerakan mahasiswa yang lebih terarah, kolaboratif, dan berdampak nyata.
“Kabinet Akselerasi kami hadirkan sebagai semangat untuk saling menguatkan, bergerak lebih cepat, dan menghadirkan perubahan yang lebih konkret bagi mahasiswa dan masyarakat,” tambahnya.Sementara itu, Rektor USK menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran integral sebagai calon pemimpin masa depan. Ia menilai, kepemimpinan bukan hanya tentang posisi, tetapi tentang kemampuan mengambil keputusan yang tepat serta menjaga keseimbangan dalam setiap tindakan.
“Menjadi pemimpin itu tidak mudah. Pemimpin terbaik adalah mereka yang mampu mengambil keputusan secara bijak dan bertanggung jawab. BEM harus menjadi wadah aspirasi mahasiswa sekaligus jembatan komunikasi yang efektif antara mahasiswa dan pimpinan kampus,” ujar Prof. Mirza.Rektor juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan organisasi. Ia mendorong BEM untuk aktif dalam pengembangan akademik, kewirausahaan mahasiswa, serta menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan kampus.
“Bangun komunikasi yang dewasa, jaga integritas, dan hindari hal-hal negatif. Mahasiswa harus fokus pada pengembangan diri dan memberikan kontribusi nyata. Kami juga akan mendukung penuh kegiatan mahasiswa dengan penyediaan anggaran yang memadai,” tambahnya.




























































































Beri Komentar