UPDATE

EKONOMIBISNIS

Ini Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

– Proyek ini mensubstitusi impor LPG yang saat ini memenuhi 80 persen kebutuhan nasional.

– Selain memberikan efisiensi devisa, proyek ini memperkuat ketahanan energi domestik serta menciptakan peluang kerja baru dalam pengembangan industri hilir berbasis energi.

Pengembangan Fasilitas Manufaktur Baja Nirkarat dari Nikel

BUMN Holding dan mitra: PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. dan mitra strategis.

Lokasi: Indonesia Morowali Industrial Park (Sulawesi Tengah)

– Pengembangan fasilitas produksi stainless steel slab berkapasitas 1,2 juta ton per tahun berbasis nikel lokal melalui proses peleburan dan pemurnian modern.

– Inisiatif ini meningkatkan nilai tambah mineral dalam negeri sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja industri serta pertumbuhan ekonomi kawasan industri secara berkelanjutan.

Pengembangan Fasilitas Produksi Slab Baja Karbon dari Bijih Besi Lokal

BUMN Holding dan mitra: PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. dan mitra strategis.

Lokasi: Cilegon (Banten)

– Pengembangan fasilitas produksi steel slab berkapasitas 1,5 juta ton per tahun melalui peningkatan proses produksi dan modernisasi fasilitas existing untuk mencapai efisiensi operasional.

– Sebagai bagian dari industri dasar, proyek ini memperkuat fondasi industrialisasi nasional serta mendukung efisiensi pembangunan infrastruktur dan peningkatan daya saing industri domestik.

Ekosistem dan Fasilitas Produksi Aspal Buton

BUMN Holding: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Lokasi: Karawang (Jawa Barat)

– Pengembangan Aspal Buton diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan dari 5 ribu ton pada 2025 menjadi 300 ribu ton pada 2030.

– Proyek ini mendorong optimalisasi sumber daya lokal sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi daerah penghasil serta membuka peluang kerja di sektor konstruksi dan material.

Hilirisasi Tembaga dan Emas

BUMN Holding: PT Mineral Industri Indonesia (Persero), PT Len Industri (Persero)

Lokasi: Gresik (Jawa Timur)

– Pengembangan fasilitas Brass Mill, Brass Cup, serta manufaktur logam mulia berbasis anode slime.

– Proyek ini memperkuat industri strategis nasional serta membuka peluang kerja bernilai tambah tinggi di sektor manufaktur logam.

Pengolahan Sawit menjadi Oleofood dan Biodiesel

BUMN Holding: PT Perkebunan Nusantara III (Persero)

Lokasi: Sei Mangkei (Sumatera Utara)

– Pengembangan klaster hilirisasi sawit melalui fasilitas oleofood dan biodiesel.

– Proyek ini meningkatkan nilai tambah komoditas sawit sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan petani serta penguatan ketahanan energi nasional. Fasilitas Pengolahan Pala menjadi Oleoresin

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.