UPDATE

NASIONAL

Pengamat: 5 Taipan Indonesia Kuasai 40 Persen Uang ASEAN Hasil Kuras SDA

Selain penguasaan mutlak di sektor alam, Abdullah membaca ada faktor lain yang membuat posisi kelima konglomerat ini begitu kokoh, yakni kedekatan mereka dengan lingkaran elite Politik. Jalinan mesra ini memunculkan dugaan kuat adanya praktik pemberian dana politik (political funding) demi menjaga kelangsungan bisnis mereka.

Siapa Saja Kelompok ‘The Big Five’?

Ketika didesak mengenai siapa saja jaringan bisnis raksasa yang masuk dalam daftar lima besar penguasa ekonomi tersebut, Abdullah menyebutkan nama-nama besar yang gurita bisnisnya sudah tidak asing lagi di telinga publik Indonesia berdasarkan catatan literatur yang ia himpun.

“Yang paling awal adalah Sinar Mas Group, kemudian Wilmar, grupnya Anthoni Salim atau Indo Group, kemudian dari Adaro, dan satu lagi Sukanto Tanoto (Asia Synergy),” ungkapnya.

Kembali ia menegaskan bahwa daftar ini merupakan kesimpulan dari berbagai sumber bacaan ilmiah dan laporan ekonomi yang ada di ruang publik, bukan dari hasil audit resmi lembaga negara.

“Itu dari literatur yang kita baca,” tegas Abdullah.

Jalinan Mesra Bisnis dan Ring Kekuasaan

Selain fokus pada pengerukan kekayaan alam seperti nikel dan batu bara, Abdullah membaca ada benang merah lain yang membuat posisi lima konglomerat ini begitu kokoh dan tak tersentuh, yakni kedekatan mereka dengan lingkaran elite politik.

“Kelompok lima besar ini berdekatan dengan struktur kekuasaan,” kata Abdullah memetakan situasi lapangan.

Dari kedekatan itulah muncul dugaan adanya praktik pemberian dana politik (political funding) atau modal kampanye bagi para politisi. Walau meyakini praktik itu nyata terjadi secara sembunyi-sembunyi, ia mengakui bukti hitam di atas putih sangat sulit didapatkan.

“Mereka melakukan political funding, meskipun kita tidak punya datanya. Data itu saya yakin ada, cuma disembunyikan atau tersembunyi karena tahu sama tahu,” cetusnya.

Terlepas dari kontroversi yang ditimbulkan, pernyataan Abdullah kembali mengangkat isu lama mengenai konsentrasi kekayaan nasional dan penguasaan sumber daya alam oleh segelintir kelompok usaha besar.

Sejumlah ekonom menilai tantangan terbesar Indonesia bukan semata bagaimana menciptakan pertumbuhan ekonomi tinggi, melainkan memastikan manfaat dari kekayaan alam nasional dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.

Perdebatan mengenai relasi antara penguasaan sumber daya alam, akumulasi modal, investasi asing, dan ketimpangan ekonomi diperkirakan akan terus menjadi salah satu isu utama dalam pembahasan arah pembangunan ekonomi Indonesia ke depan.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.